Di antara
sekian banyak sifat jelek yang gue punya, dua hal ini adalah salah satu yang
lagi jadi #firstworldproblem bagi gue. Awalnya sih cemburu tapi berujung jadi
posesif. Dan sifat jelek ini memiliki pengaruh kuat ke dalam jenis hubungan
mana pun. Hubungan pertemanan gue bahkan hubungan kepemilikan barang.
Misalkan
dulu waktu K2N ceritanya gue deket sama seorang anak kecil, nah tiba-tiba itu
anak lebih milih buat pergi bareng atau main sama temen gue yang lain. Gue
pasti bakal mutung dan bete, kemudian mikir ‘kenapa gak main sama gue? Kenapa lo
malah dia? Kenapa? Kenapaaa??’. Hahahaha kalau diinget-inget gue segitu posesif
dan sayangnya sama bocah-bocah NTT itu.. Uhh kangen.
Kemudian
dalam hubungan pertemanan juga gak jauh beda kisahnya. Waktu awal-awal masuk
kuliah, salah seorang sahabat gue pernah deket banget sama satu orang. Padahal
kita berada di circle pertemanan yang sama tapi entah kenapa rasanya saat itu
sahabat gue direbut. PADAHAL KITA MASIH SERING MAIN BARENG! Hoahahaha itu masih
jadi bahan lawakan di antara gue dan si sahabat itu. Yang lucu-nya juga adalah
dalam pertemanan itu misalkan si A dan B pergi berdua tapi enggak ada gue.
Pasti gue mutung hahaha. Atau kebalikannya gue jalan sama si B, si A pasti
sirik karena gak ikutan. Emang #sahabatposesif lah ini kita semua.
Gue akuin
gue orangnya cemburuan dan posesif. Gue pernah ngebahas ini sama si bebek soal
cemburu dan posesif. Kalau kata bebek sih orang cemburu itu bentuk rasa
sayangnya dia sama apa yang dicemburuin. Setelah gue pikir lagi, rasa cemburu
itu bisa muncul karena selain ada rasa sayang adalah karena rasa takut
ditinggalkan atau takut kehilangan. Makanya setelah cemburu, muncul lah rasa
posesif.
Takut
kehilangan dan ditinggalkan karena adanya pilihan lain yang lebih baik itu
terdengar menakutkan memang. Kenapa dia? Kenapa bukan gue? Perasaan ketika elo
bukan menjadi sebuah opsi untuk dipilih. Perasaan disingkirkan dan akan diganti
dengan yang lain. Entah kenapa konsep itu menakutkan gue. Insecure.
Enggak akan
ada orang yang sama, setiap orang akan memberikan perasaan yang berbeda bagi
setiap orang. Akan ada yang lebih baik, lebih ramah, lebih ganteng, lebih
cantik, lebih kaya, tetapi tidak akan ada orang yang memberikan perasaan dan
pengalaman yang sama. Lupa, gue pernah baca dimana. Kira-kira kalimatnya
seperti itu. Mungkin gue harus belajar untuk percaya bahwa setiap orang itu
spesial. Kenapa pada akhirnya gue bisa memiliki sahabat si ini, si itu, dekat
dengan si ono dan lain sebagainya karena gue dipilih karena ini lah gue. Me,
the whole packet, good and bad, completely me. Seperti hal-nya kenapa gue
memilih mereka, karena mereka apa adanya.
Good friends are who arent afraid to say the bitter truth, angry if I made mistake, but at the same times they forgive and still coming back. *pelukin satu-satu*
And if somebody choose someone else over you, so its their loss... *positive thinking*
Mungkin memang seharusnya gue enggak usah takut berlebihan. :)

1 komentar:
Memang sifat posesif harusnya jangan terlalu berlebihan krna mungkin aja orng yang kita posesifin itu malah ilfeel dan beneran menjauh dari kita sendiri :D
Posting Komentar