7.24.2012

Aman dan Jakarta


Hari Sabtu lalu sempet dateng ke acara Club Speak di Reading Room, Kemang. Di salah satu sesi moderator memberikan kesempatan kepada yang hadir dalam diskusi untuk memberitahukan harapan atau keinginannya terhadap kota Jakarta. Hal yang pertama kali hinggap di kepala gue adalah: Jakarta aman dan gue gak harus merasa takut atau was-was setiap kali pulang di atas jam 9 malam dengan kendaraan umum.

Problema Jakarta ada banyak sebenarnya, tapi untuk kali ini masalah keamanan itu yang lagi jadi pikiran banget. Gimana enggak, dalam beberapa bulan terakhir kasus kejahatan di jalanan meningkat drastis. Mulai dari kasus pemerkosaan perempuan di angkot, penculikan, perampokan di jalan raya. Belum lagi nih kalau naik kendaraan umum modus orang minta-minta tuh udah mulai aneh-aneh. Orang yang berpakaian preman lah, dengan nada mengancam terus meminta duit. Who the hell are you?

Walaupun terkadang gue keliatan sok berani, sok cool, apalagi kalau udah jam sebelas malem menerjang jalanan ibukota sendirian… tapi tetep di dalam hati gue merasa was-was. Itulah jadi dasar pemikiran gue dan kepentingan gue. Gue mau gue enggak harus ngerasa was-was atau takut di jalanan kota gue sendiri. Mungkin disini emang peran negara (again) yang tidak terasa. Gue percaya, kejahatan itu terjadi karena tercipta kesempatan. Yang harus dilakukan adalah meminimalisir kesempatan terciptanya kejahatan tersebut. Selalu waspada itu penting banget. Tadinya gue tipikal anak yang suka lumayan cuek dan teledor. Tas suka kebuka-buka sembarangan lah, main handphone sambil jalan kaki, bengong, kadang suka tidur di angkot kalau udah capek banget. Gue pernah sekali ketipu dengan modus penipuan ibu-anak yang ngakunya datang jauh dari jawa gak punya duit buat pergi ke Lampung karena ada saudaranya yang meninggal. Gue juga pernah nolongin korban penusukan dan penodongan di metromini.

Kasus percobaan pemerkosaan yang baru-baru ini terjadi berhasil dihentikan karena ada seorang anggota Kopassus yang menghadang si pelaku. Hal ini membuat gue sadar kalau keamanan itu tercipta bukan cuman dari institusi terkait yang harus melaksanakan tugasnya dengan baik, tetapi juga awareness masyarakat untuk menciptakan situasi keamanan itu. Mulai dari diri sendiri dengan meningkatkan kewaspadaan dan meminimalisir kesempatan (such as selalu fokus, jaga barang dengan baik, gak gampang percaya orang), kemudian kepedulian dengan orang sekitar. Gue enggak tahu emang tipikal orang menjadi lebih individualistis atau gimana cuman kepedulian untuk memperhatikan sekitar mulai menurun. Pengalaman gue terhadap si kasus penusukan itu adalah reaksi orang cenderung untuk segan dan takut untuk menolong. Apa takut buat ditusuk juga sama si pelaku yang masih ada di tempat kejadian? Apa gue-nya yang pada saat itu emang tingkat kecuekannya suka diluar batas.

Jadi intinya tulisan ini adalah atas kekhawatiran gue mengenai keamanan Jakarta yang makin lama makin nyeremin. Kemudian pentingnya untuk menjaga diri sendiri tetapi tetap peduli sama orang lain dan menjaga atau bahkan mungkin menyelamatkan. 

2 komentar:

Belajar Forex mengatakan...

Ikut menyimak artikelnya gan :-)

Salam,

kelly mengatakan...

ati2 di jakarta...lebih baek jangan sendirian..

 
;