Hari Sabtu
lalu sempet dateng ke acara Club Speak di Reading Room, Kemang. Di salah satu
sesi moderator memberikan kesempatan kepada yang hadir dalam diskusi untuk
memberitahukan harapan atau keinginannya terhadap kota Jakarta. Hal yang
pertama kali hinggap di kepala gue adalah: Jakarta aman dan gue gak harus
merasa takut atau was-was setiap kali pulang di atas jam 9 malam dengan
kendaraan umum.
Problema
Jakarta ada banyak sebenarnya, tapi untuk kali ini masalah keamanan itu yang
lagi jadi pikiran banget. Gimana enggak, dalam beberapa bulan terakhir kasus
kejahatan di jalanan meningkat drastis. Mulai dari kasus pemerkosaan perempuan
di angkot, penculikan, perampokan di jalan raya. Belum lagi nih kalau naik
kendaraan umum modus orang minta-minta tuh udah mulai aneh-aneh. Orang yang
berpakaian preman lah, dengan nada mengancam terus meminta duit. Who the hell
are you?
Walaupun
terkadang gue keliatan sok berani, sok cool, apalagi kalau udah jam sebelas
malem menerjang jalanan ibukota sendirian… tapi tetep di dalam hati gue merasa
was-was. Itulah jadi dasar pemikiran gue dan kepentingan gue. Gue mau gue
enggak harus ngerasa was-was atau takut di jalanan kota gue sendiri. Mungkin
disini emang peran negara (again) yang tidak terasa. Gue percaya, kejahatan itu
terjadi karena tercipta kesempatan. Yang harus dilakukan adalah meminimalisir
kesempatan terciptanya kejahatan tersebut. Selalu waspada itu penting banget. Tadinya
gue tipikal anak yang suka lumayan cuek dan teledor. Tas suka kebuka-buka sembarangan
lah, main handphone sambil jalan kaki, bengong, kadang suka tidur di angkot
kalau udah capek banget. Gue pernah sekali ketipu dengan modus penipuan
ibu-anak yang ngakunya datang jauh dari jawa gak punya duit buat pergi ke
Lampung karena ada saudaranya yang meninggal. Gue juga pernah nolongin korban
penusukan dan penodongan di metromini.
Kasus
percobaan pemerkosaan yang baru-baru ini terjadi berhasil dihentikan karena ada
seorang anggota Kopassus yang menghadang si pelaku. Hal ini membuat gue sadar
kalau keamanan itu tercipta bukan cuman dari institusi terkait yang harus
melaksanakan tugasnya dengan baik, tetapi juga awareness masyarakat untuk
menciptakan situasi keamanan itu. Mulai dari diri sendiri dengan meningkatkan
kewaspadaan dan meminimalisir kesempatan (such as selalu fokus, jaga barang
dengan baik, gak gampang percaya orang), kemudian kepedulian dengan orang
sekitar. Gue enggak tahu emang tipikal orang menjadi lebih individualistis atau
gimana cuman kepedulian untuk memperhatikan sekitar mulai menurun. Pengalaman
gue terhadap si kasus penusukan itu adalah reaksi orang cenderung untuk segan
dan takut untuk menolong. Apa takut buat ditusuk juga sama si pelaku yang masih
ada di tempat kejadian? Apa gue-nya yang pada saat itu emang tingkat kecuekannya
suka diluar batas.
Jadi
intinya tulisan ini adalah atas kekhawatiran gue mengenai keamanan Jakarta yang
makin lama makin nyeremin. Kemudian pentingnya untuk menjaga diri sendiri tetapi
tetap peduli sama orang lain dan menjaga atau bahkan mungkin menyelamatkan.

2 komentar:
Ikut menyimak artikelnya gan :-)
Salam,
ati2 di jakarta...lebih baek jangan sendirian..
Posting Komentar