Gue gatau apa telat untuk ngebahas topik yang paling happening bagi warga Jakarta saat ini, yaitu PILKADA DKI. Kenapa gue bilang happening? Karena sampe beberapa hari setelah pencoblosan pun orang-orang kantor gue masih belum bisa move on topik tentang Jokowi yang mengungguli si incumbent bapak kumis itu. Terlepas dari hasil quick count dan nanti pengumuman resmi tanggal 20 Juli, disini gue cuman pengen share tentang orang yang gue pilih dan alasan gue memilihnya.
Orang menyebut dia sebagai social-media darling, ya karena emang kampanye paling kuatnya melalui social media (youtube, twitter, facebook, etc). Sebagai salah satu calon independen, wajar sih kalau kekuatan modalnya enggak sekuat orang-orang lainnya. Setelah mengalami pemikiran yang panjang gue memutuskan untuk memilih dia. Awalnya gue mikir calon yang ini terkesan sangat eksklusif karena sasarannya middle-class. Tapi anggapan pertama gue salah, itu hanya sisi yang gue lihat dan ada banyak sisi lain yang belum gue ketahui. Yang paling gue suka sih tagline-nya yang 'berdaya bareng-bareng'.
As long as I study about politics and democracy, demokrasi itu gak bisa segala sesuatunya diputuskan di tataran institusional semata. Tapi masyarakatnya juga harus dikuatkan dan dilibatkan untuk setiap pengambilan keputusan. Capek, berat dan makan waktu lama (namanya juga demokrasi). And I was wandering, seandainya bapak ini yang terpilih dan benar-benar menjalankan semua programnya sesuai tagline 'berdaya bareng-bareng'... So thats why, I choose him.
Walaupun semua orang tahu dia pasti kalah, tapi enggak ada salahnya buat berjuang dan mencoba, kan? Setidaknya gue memilih pilihan yang memang gue inginkan. Walaupun si bapak sosialis-populis itu akhirnya yang unggul. But then, masih ada putaran kedua kan? But, I haven't decided yet ;) And it gets more exciting. Ah well, pesona Jakarta memang enggak ada yang mengalahkan. Lucu-nya di pilkada kali ini adalah semua orang berupaya untuk melawan rezim yang berkuasa saat ini. Dan mungkin putaran kedua buat orang yang memilih selain nomor 1 dan 3 akan sulit memutuskan akan mendukung pihak yang mana. Yang ditakutkan sih tingkat golput atau apatis yang tinggi karena belum bisa memutuskan. Walaupun masing-masing kubu punya massa yang cukup militan dan banyak ya hehe.. :)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar