3.03.2011

#Day7: ex-boyf

Mars and Venus? Nope.
The only problem between the genders is that we each have the others needs and wants backwards.
Men want to be needed, and women need to be wanted.
Not the other way around.
It's that simple!
-unknown


Untuk manusia penuh kejutan nomor satu.
Yang selama enam bulan status pertemanan kita pernah berubah menjadi lebih dari sekadar teman. Walaupun aku selalu berkata 'nothing special happen between us' tapi itu semua karena ego kanak-kanak diriku. It was mean something, actually.
Aku selalu bilang kalau kamu kekanak-kanakkan, kamu yang tidak mengerti aku. Tetapi justru aku yang egois dan tidak dewasa. Kamu yang sabar menghadapi aku yang penuh emosi ini.

Yah, walaupun semua ini harus berakhir karena kita sama-sama tahu hubungan kita bukanlah sesuatu yang 'baik' untuk dilanjutkan atau dipertahankan. Dari awal ini adalah sesuatu yang rapuh dan kita memulainya karena sama-sama membutuhkan seseorang untuk menimbun rasa sepi dan patah hati itu.
Yeah, we were the torn people who met and became a lover. :)

Kamu yang hidup dan asik di duniamu sendiri dan aku yang haus perhatian. Jelas saja yang tidak bertemu. Karena kesal aku pun mencari perhatian di tempat lain, dan menyebalkannya kamu malah membiarkan begitu saja. Ternyata dibalik sikap cuekmu, kamu lebih peduli daripada yang terlihat. Aku yang selama ini tidak peduli, yang tidak mau mengerti dan selalu menganggapmu kekanakkan. Dan di hatimu saat itu masih ada perempuan lain, dimana aku sendiri juga belum bisa menghilangkan pikiranku dari laki-laki itu.
So, we are perfectly not fit to each other.
The worst couple ever
. Haha.

Semuanya berakhir baik-baik saja. Tidak sih sebenarnya. Aku dengan egoisnya mengatakan akan memberikan perhatian ke laki-laki lain, dan kamu dengan entengnya bilang kita lebih baik putus. Aku tidak tahu saat itu kamu sakit hati atau tidak. Tetapi, sungguh, saat itu aku mengatakan hal itu karena kesal dengan kecuekkanmu. Dan yah, berakhir memang jalan yang terbaik. Segala sakit hati dan kesalahpahaman pun hilang seiring waktu berjalan dan kita kembali menjadi 'teman' seperti seharusnya.

Tahun telah berlalu. Kita kembali sibuk dengan kehidupan masing-masing. Aku dengan duniaku. Kamu dengan duniamu. Setelah menjadi sedikit lebih dewasa daripada sebelumnya dan belajar banyak dari apa saja yang telah kualami. Akhirnya aku bisa melihat lebih jelas dirimu dari sebelumnya.
Serius. Kamu berubah dari kamu yang aku kenal dulu. Kamu lebih dewasa (walaupun tetap tidak meninggalkan jiwa slenge'an dan kecuekkan akut itu). Dan aku senang ketika dibalik keributan dan kecerewetan dirimu ada sisi diri kamu yang mau diam dan mendengarkan semua ceritaku, keluh kesahku dan yes, rad, you are truly become a real man right now. And I'm proud of you! :D

Saat ini kita sama-sama mencari kebahagiaan kita masing-masing. Aku ingat, kamu bilang bahwa orang yang bersabar adalah orang yang disayang Tuhan. Walaupun begitu bukan berarti apa yang kita harap-harapkan akan langsung terwujud begitu saja. Setidaknya kita harus berani untuk mengambil keputusan demi diri kita sendiri. Nothings wrong with that.
"Be bold, Tam" ucapmu waktu cerita terakhir kali.

Aku belum pernah meminta maaf untukmu, atas segala kesalahpahaman dan keegoisanku. Maaf untuk banyak pengalaman yang tidak mengenakkan saat kita bersama. Tetapi terimakasih juga untuk banyak hal yang menyenangkan yang pernah kita lalui bersama.
Untuk manusia penuh kejutan nomor satu ini, mari kita bersenang-senang menikmati hidup, kemudian menjalani hidup berintikan tantangan yang penuh drama ini.
Kapan kita mengobrol semalam suntuk lagi?


Ps: semoga kamu udah enggak galau lagi denger lagu Marcell yang Peri Cinta, ya. Hahaha :))



what past is past
but it what makes us today, rite (:

3 komentar:

mr.snugglemars mengatakan...

indeed,
what past is a past,
kadang susah buat dilakuin, tapi worth the fucking *sorry* effort :D

Gogo Caroselle mengatakan...

senengnya baca blog ini,
you tell story about your ex in a cheerie way, which is good...
*hugs*
kangen tammiiiiii!

tammi prasetyo mengatakan...

@denny: yeaaah indeed :D haha, i found something interesting that indeed can translate into bahasa and the meaning similar to 'embweer' haha... *mulai ga nyambung* hihi

@gogo: yeah, we are a good friend rite now. And i'm happy having an ex and a good friend like him :)
waaa me too miss you kakak cantik.. udah lama ga ngobrol2 ;;)

 
;