Dreams are like stars...you may never touch them,
but if you follow them they will lead you to your destiny.
(unknown)
Waktu yang terhenti kembali bergulir. Setelah mati pada hari keempat, akhirnya jari ini mengetik untuk hari kelima. Detik-detik untuk sebuah time and space bernama tammiprasetyo.blogspot.com pun kembali berjalan.
Mimpi, impian, harapan.
Sebuah kata yang sebenarnya terdengar asing. Salah satu alasan mengapa gue ragu untuk menulis postingan ini (selain karena terhambat oleh berbagai ‘kesibukan’). Kata yang sebenarnya telah gue bunuh mati dan dikubur hidup-hidup sebelum bisa berkembang dan mengepakkan sayapnya.
Jangan tanya kenapa. Ada masa dimana disaat gue masih kecil dan mengenal kata realita. Ketika ‘nilai bagus’ sama dengan membahagiakan orang tua. Dan hobi seperti ‘menggambar’ dan ‘menulis’ disamakan dengan membuang-buang waktu atau penghambat pencapaian nilai bagus. Cliché, huh?
Realita tidak hanya ‘nilai bagus’, tetapi juga ‘uang’ dan ‘makan’. Bahwa yang paling penting adalah ‘mencapai nilai bagus, untuk sekolah yang bagus sehingga dapat pekerjaan yang bagus’.
Semua itu seperti kenangan lama yang dibangkitkan kembali. Ketika gue membongkar kotak sepatu itu, yang berisi sketchbook, yang entah dalam masa waktu yang kapan gue bisa menggambar sebagus itu? Yang kalau gue coba saat ini mungkin sudah tidak bisa seperti yang dulu. Ketika gue membuka folder lama dan munculah berpuluh-puluh document fiksi karangan gue sendiri. Yang kalau gue coba saat ini untuk menulis sebuah cerita kembali, rasanya sulit.
Tetapi itu cerita lama. Saat ini, gue kembali dihadapkan kepada sesuatu yang tidak bisa gue hindarkan seperti dulu. Apa sebenarnya impian gue? Sebagai bagian dari pertanyaan; apa tujuan gue hidup dan lahir di dunia ini?
Ini bukan sesuatu yang bisa dikaitkan dengan pendidikan yang gue ambil saat ini. Ini jauh melampaui itu semua. Sesuatu yang lebih sederhana dan lebih rumit. Alasan kenapa gue pernah jatuh-bangun bermimpi menjadi seorang pengacara. Tetapi gue malah enggak masuk fakultas hukum idaman itu.
Menjadi pengacara bukan karena ingin mengalahkan sosok bapak gue. Tetapi lebih dari itu, meng advokasi orang. Sederhananya adalah menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain. Keberadaan seorang manusia baru terasa hadir ketika bermanfaat bagi manusia yang lain, kan? Mungkin itu yang ada di pikiran gue saat ini, si perempuan berusia 20 tahun yang sedang menjalani semester enamnya.

7 komentar:
memang bukan hal mudah ya menentukan tujuan hidup yg sebenarnya
udah semester enam, semoga cepet lulus aja lah ;)
berguna bagi org lain itu banyak caranya, dgn belajar kita udah berguna krn bakalan ngebanggain ortu kita :D
an almost quarter way to 100 years.
i see an excelent work is going on here :)
ayo tam
kejar lagi!
pasti bisa.
bakat/kemampuan itu walaupun lama gak dipake tapi masih ada lho...
gw juga dulu pernah berhenti nge-blog, terus waktu awal2 nyoba nge-blog lagi emang agak2 susah buat merangkai kata-kata sampai mikir tulisan gw beneran jelek gak karuan tapi lama-lama sense nulisnya balik juga...
coba aja terus, gambar dan nulis cerita lagi sebanyak-banyaknya, siapa tau aja sense-nya bisa balik lagi, nyoba gak ada ruginya kan =)
Hello perempuan berusia 20 tahun yang sedang menjalani semester enamnya,
hihi...
*hugs*
tam, kamu nyadar tidak for a 20 years old you have one very very interesting mind structure...? You really do... Kamu memikirkan banyak hal dengan cara yang beda dan porsi yang beda... Kamu berpikir dr segala sudut, mgkn krn itu jd aga sulit utk tau apa yg sebenernya kamu mau..., kamu menimbang dr segala sikon.. Either way, 20 baby..., more years to come... One day, your experience will lead you to the right path.. :)
kisses..
@cara mengecilkan perut & tips diet: makasih lho =)) tapi sungguh username kalian bikin saya galau hahha. konspirasi macam apa ini??? :D
@toko online: iya, terimakasih.
@denny: sip, bang, terimakasih supportnya :) padahal ini belum jadi bentuk, lho. hihi
@asakura sena: thankyou so much! I'll never stop trying actually. Apa yang gue tulis disini juga bagian dari kesukaan gue terhadap menulis dan menemukan media yang sesuai :)
@gogo: thankyou pretty sister :') dikatakan dan dikomentari dengan sangat tepat sekali, iya, aku mungkin karena kebanyakan mikir jadi bingung kalo mau ngambil langkah karena konsekuensi dan segala macemnya. semoga ini jd proses pencarian yang menemukan hasil :D
Posting Komentar