12.17.2008

Mahasiswa & UU BHP


Gue ngeri melihat berita pada suatu hari dimana sebagian temen-temen gue dari UI pada demo di DPR.
Oh my,
mereka di dorong-dorong
mereka di pukul
dan... yah anarkis deh pokoknya.

Pas nge cek facebook, semua orang pada ramai dan heboh.
Karena saat itu, posisi kita (mahasiswa) yang salah...

Jadi gini, mahasiswa UI demo tentang UU BHP yang mau di sah kan DPR (sekarang sih udah di sah in)
Menurut mahasiswa, UU BHP itu sama sekali tidak manusiawi karena dengan begitu biaya pendidikan jadi makin mahal... Intinya sih, universitas jadi harus nyari dana sendiri untuk membiayai pendidikan, kan dulu di subsidi pemerintah tuh, tapi gara-gara UU itu jadinya enggak di subsidi lagi.
Apalagi universitas negeri itu kan mestinya lebih mengutamakan rakyat kecil lah, enggak mahal-mahal amat, tetapi dengan kualitas yang bagus gitu.
Apalagi UI dikenal sebagai universitas rakyat gitu...

Dan kenapa, gue bilang, saat itu posisi kita (mahasiswa) yang salah?
karena, pada saat mahasiswa mau menghentikan anggota DPR rapat ngebahas UU BHP... pas lagi argumen kita enggak bisa nunjukin undang-undang dan pasal berapa yang seharusnya pemerintah bertanggung jawab atas pendidikan rakyat Indonesia karena negara Indonesia menganut konsep Welfare State (negara kesejahteraan).
Kak Edwin (Ketua BEM UI) lupa pasal berapa, tapi ingat dengan jelas kalau pasal itu ada.
Makanya kita (mahasiswa) di cerca berbagai pihak lah saat itu.

Tetapi tindakan aksi itu ada benarnya
Siapa lagi yang akan peduli akan nasib pendidikan rakyat kalau bukan mahasiswa itu sendiri?
Pendidikan, sudah murah aja masih banyak yang enggak bisa dan mampu
Gimana mahal?
Padahal pendidikan adalah salah satu unsur penting dalam membangun negara. Pendidikan adalah fondasinya untuk membentuk karakter bangsa. Tanpa pendidikan maka tidak akan tercipta bangsa yang maju.

Dan akhirnya, di suatu pagi, kak Edwin pun berbicara di TVOne
gue harap UU BHP itu tidak terlaksana
walau gue tau itu harapan yang mustahil

Oh please dong, masa enggak ada yang belajar dari Sejarah sih?
Jepang aja setelah WWII setelah hancur lebur begitu langsung membangun sekolah dan mencari guru yang masih hidup agar pendidikan tetap berlangsung!
Malaysia aja ngirim guru-gurunya ke luar negeri dan memakai guru-guru Indonesia untuk menggantikan guru-guru mereka, setelah guru-guru mereka kembali kita tidak lagi terpakai. Dan lihat kan, pendidikan mereka maju dan negara mereka juga MAJU! Padahal yang merdeka duluan juga siapa...

Nah
kalau gitu mestinya semua orang tahu kan kalau
PENDIDIKAN ITU PENTING
karena yang perlu di bangun itu bangsanya bukan negaranya!
buat apa negara bagus-bagus kalau fondasi dalamnya goyah
argh argh argh
*emosi

picture by LASTI KURNIA

Tidak ada komentar:

 
;