Dengan poni yang jigrak-jigrak, ujung-ujung rambut yang ikal, mata yang masih berair, kepala yang pening, selimut yang menutupi sampai hidung dan...
aroma pagi
.....
walau, yah, tidak bisa disebut sebagai pagi lagi sih
Sosok seseorang ketika baru bangun adalah sosok diri yang sesungguhnya
Itulah tami yang jarang dilihat oleh orang kebanyakan (kecuali yah orang-orang rumah gue, tentu aja, roomate gue juga, serta beberapa kawan dimana kami sering menginap bersama)
pemandangan pagi yang jujur dan yang biasa dialami oleh orang-orang lainnya
Dan rasanya menyenangkan ketika kamu bangun teringat dengan seseorang
uh, oke, damnly I fallin in love :)
Apalagi momen itu tambah terasa kalau malamnya kamu habiskan waktu sampai pagi mengobrol dengan orang itu..
wahahaha
Omong-omong,
tadi gue abis nonton infotainment tentang Gugun Gondrong (hate! bored! to watch Marcella Zalianty’s news! bwwek), kemudian gue terharu..
yeah, gue bersyukur dia bisa melewati masa-masa kritisnya dan selamat
gue terharu dengan sebegitu banyak orang yang mendukung kesehatan Gugun
especially for his wife,
gue selalu ingat janji yang diikrarkan ketika seseorang menikah
“selalu ada di kala susah, senang, sakit, sehat, sedih, bahagia”
dan istrinya itu benar-benar menjadi ‘seseorang’ yang selalu ada di setiap waktu yang dialami Gugun itu...
dan bukan hanya menjadi seseorang yang selalu ada, tetapi juga ikut mendukung suaminya.
Ah kamu pikir pasti ini hal yang biasa saja, kan?
Seorang istri/suami sudah kodratnya untuk selalu ada di samping pasangannya dan mendukung kegiatannya.
Enggak selalu, karena kita semua hanyalah manusia biasa
enggak semua orang mau berkorban sebegitu besarnya dan ikutan merasa menderita seperti itu
enggak semua orang sanggup menyanggupi janji yang diikrarkan ketika menikah
“selalu ada di kala susah, senang, sakit, sehat, sedih, bahagia”
Enggak usah jauh-jauh gue ngeliat Gugun Gondrong dan istrinya
gue ngeliat bapak-ibu gue aja udah...., wow-I cant say it in words
karena benar-benar di kala susah, mereka berdua selalu ada dan saling melengkapi satu sama lain.
terkadang perbuatan itu lebih membekas daripada kalimat ‘I love you’
gue jarang melihat bapak-ibu gue saling mengungkapkan cinta karena tanpa harus diungkapkan mereka sudah tahu sama tahu perasaan mereka masing-masing, istilahnya buat apa diungkapkan hal yang sudah diketahui, ya kan?
tetapi, yang namanya membina hubungan itu harus didasari rasa percaya
dan, yeah, gue belum pernah lihat mereka saling cemburu atau apa
Karena,
yang namanya menikah itu seperti mencari seorang sahabat, saudara dan pacar menjadi satu.
yang jelas sih ya, gue belum menemukan seseorang yang kategorinya seperti di atas
karena yang jelas membutuhkan waktu yang lama untuk meramunya menjadi satu kesatuan
karena itu gue enggak mau terlalu terburu-buru dalam memastikan perasaan gue
just let it with the flow
still have a long way to go
bener kata dia, di dalam dunia kuliah yang dicari itu (pertama) pengalaman hidup, (kedua) pertemanan, (ketiga) pacar.
harapan gue sih, si itu gue jadikan yang ketiga, tapi kalau tetap menjadi yang kedua
tak apa kok
we never know what will happen to us
just because life is unpredictable as always
just because life is unpredictable as always

Tidak ada komentar:
Posting Komentar