1.01.2008

MENUJU TITIK BALIK



Tinggal seminggu lagi liburan gue. Ada banyak hal yang terjadi dan begitu dihadapkan di depan komputer, tiba-tiba gue jadi blank dan bingung. Penyakit otak nih dasar.

Ada banyak hal yang terjadi. Salah satunya liburan gue yang gagal (tdnya mau pulang kampung ke Jogja-Solo, trip akhir tahun gitu) gara-gara kerjaan bokap belum selesai-selesai. Kemudian kucing gue meninggal (udah tua, udah 7 tahunan gitu) dan adik gue nangis meraung-raung *hell*. Ada banyak kematian yang terjadi, entah tunangan pembokat gue, tetangga gue, dll. Bencana alam juga gak selesai-selesai, emang dasarnya bumi udah rusak sih. Kemudian Benazir Bhutto, ditembak mati oleh orang gak dikenal. Pahlawan demokrasi di mata gue, orang yang gue kagumin, walau gue gak terlalu kenal dia juga sih.
Intinya akhir tahun 2007 bukan akhir yang baik. Begitu banyak kesedihan. Yang susah makin susah, yang senang makin senang (baca:kaya). Tahun berganti dan belum ada perubahan yang berarti. Seperti kematian, setiap ending pasti itu new beginning. Gue diajarkan kalau orang meninggal, yang mati itu badannya doang, jiwanya itu masih ada. Hanya saja mereka kasat mata, tidak terlihat tetapi bisa kita rasakan. Dengan sepotong kenangan di otak, mereka masih hidup dalam ingatan kita.
Tahun baru ini juga saatnya intropeksi. 2008 tentunya harus lebih baik dari 2007. Tidak hanya dimulut, tetapi harus ditekadkan dalam hati dan dijalankan penuh niat. Malam tahun baruan nanti gue juga ga ada rencana apa-apa. Yeah untuk memperingati begitu banyak penderitaan yang terjadi dan gue memutuskan untuk diam di rumah dan memandang langit hitam pekat. Atau tidur dan melewati pergantian tahun tanpa merasakan. Begitu banyak pilihan, dan gue bisa memilih untuk tidur atau bangun sampai pagi. Beratnya menolak undangan untuk berpesta pora sampai pagi dan gue tahu itu pilihan yang bagus.
Moto tetap sama. Gue gak pernah menargetkan sesuatu untuk visi ke depan. Mengikuti arus dan tetap menjaga diri. Let the flow. Karena bisa saja ada kejutan manis dan hal-hal santai seperti itu. Tidak mau menyibukan diri dahulu untuk kepentingan pokok (belajar, lulus dan lanjut kuliah).
2007 dan 2008 itu sama saja. Buktinya hari Senin tetap saja Senin, Selasa juga tidak pernah berubah nama. Januari tetap Januari dan mereka akan terus bergulir menuju Februari dan seterusnya. Angka kosong hanya penanda bahwa bumi sudah tua dan makin rusak. Kita sebagai anak cucu bumi yang tahu terimakasih tentunya akan membalas dengan setimpal. :))

Nb: Enjoy the crowd tonight and feel the hangover in the morning! Hahahahaaa

Tidak ada komentar:

 
;