6.30.2012

Being 22


I'm twenty two for a moment
She feels better than ever
And we're on fire
Making our way back from Mars 
(100 years - Five for Fighting)


25 Juni kemarin tepat saya bertambah umur menjadi 22 tahun. Kalau setahun lalu saya memberi hadiah kepada diri saya sendiri perayaan sederhana di sebuah pulau kecil di Timur Indonesia. Tahun ini saya memberikan hadiah sebuah pekerjaan baru. Tanggal 25 Juni tahun ini tepat hari pertama saya bekerja di sebuah organisasi yang bergerak di bidang advokasi hukum dan penanganan kasus-kasus pelanggaran HAM selama tiga bulan ke depan. Setidaknya itu hadiah substitusi karena saya tidak bisa menjadi sarjana di semester ini.

Umur 22 bagi saya merupakan angka yang istimewa. Bukan 17 tahun yang paling ingin saya rayakan tapi umur 22. Momen meniup lilin serta menghabiskan waktu bersama orang-orang yang sayang dan saya sayangi. Keluarga, sahabat-sahabat serta dia. Walaupun berada dalam momen yang berbeda tapi saya cukup bersyukur karena akan keberadaan mereka. And a happiness only worth when we share. Alhamdulilah, kebahagiaan itu bisa saya bagi ke orang-orang terdekat yang membutuhkan.

Apa harapan di umur 22 ini?
Banyak yang mendoakan supaya saya cepat dapat jodoh. Haha. Kalau soal jodoh saya percaya Tuhan akan ngasih yang terbaik buat saya. Orang tua juga cukup selektif ya untuk urusan jodoh. Saya sendiri sih udah tau mau pria yang seperti apa untuk masa depan nanti *caelah. Ibaratnya adalah wajar kalau anak perempuan mencari pria idaman yang kurang lebih sama dengan sosok laki-laki yang paling berpengaruh di hidup dia, dalam hal ini adalah bapak saya sendiri hehe.
Saya sendiri mengharapkan di umur 22 ini saya kembali menemukan bagian-bagian diri saya yang telah hilang. Setahun ini saya merasakan banyak perubahan di diri saya dan saya merasa kehilangan diri saya yang dulu. I kinda miss my old me. Mungkin harus lebih sering banyak refleksi, bersyukur dan bahagia.
Harapan yang lain adalah semoga semua ambisi saya tercapai. Well, saya sih bukan seseorang yang ambisius tetapi kalau udah menyangkut yang saya inginkan I will work as hard as possible to get it. Terutama semoga di umur 22 saya bisa sidang skripsi, dan kemudian lulus kuliah.
Harapan lainnya adalah semenjak saya sudah bisa mencari penghasilan sendiri sedikit demi sedikit kayaknya harus mulai belajar financial planner. Jujur aja ya bok, gaya hidup saya lumayan boros jadi manusia. Punya duit berapapun jumlahnya kalau gak bisa ngatur dengan benar nanti juga bakalan abis. Makanya harus belajar financial planner *tekad*.

Jadi selamat ulang tahun, Tami.
Selamat menjadi 22 tahun. 

2 komentar:

trye mengatakan...

happy britday :)

Http://www.bangkabelitungisland.com

Anonim mengatakan...

"I kinda miss my old me."

aaah gw juga x(

 
;