7.30.2011

#4 Pulau Ende? Masih jauh, bung!

(Me, Aya, Rini, Puri @ Bandara Juanda Surabaya)
The road of life twists and turns and no two directions are ever the same.
Yet our lessons come from the journey,
not the destination.
- Don Williams, Jr

Tujuan kami adalah pulau Ende. Sebuah pulau kecamatan kecil di selatan kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Yang perjalanan menuju titik itu butuh waktu yang cukup lama. Bisa dikatakan kelompok gue merupakan kelompok yang kenyang akan pengalaman perjalanan tempuh. Mulai dari laut, udara dan darat kita coba semua.

Rute yang dilalui adalah seperti ini: dari Surabaya, kita terbang ke Kupang. Dari Kupang kita berlayar menggunakan KRI TNI AL menuju Maumere. Kemudian dari Maumere kita perjalanan darat menuju kabupaten Ende. Setelah itu baru menyebrang ke pulau menggunakan perahu motor.
Berapa lama waktu perjalanan? Dengan pesawat sih 1 jam 50 menit. Berlayar dengan KRI sekitar tiga hari dua malam. Perjalanan darat dari Maumere ke Ende sekitar lima jam. Untuk menggunakan perahu motor kita harus menunggu keesokan paginya dan menyebrang ke pulau sekitar dua jam.
Dan setiap rute baik udara, laut maupun darat memiliki ceritanya sendiri.

Pada saat kita naik pesawat menuju Kupang, ada rombongan besar berjumlah 96 orang yang akan menuju Kupang yang terdiri dari empat titik yang berbeda. Timur Tengah Utara, Pulau Palue, Pulau Liran, Pulau Alor dan Pulau Ende. Yang menjadi permasalahan disini adalah bagaimana seluruh logistik baik pribadi maupun kelompok bisa diangkut tanpa kelebihan baggage. Terjadi kehebohan saat di bandara karena barang bawaan kita melebihan dari batas kuota. Maka alternatif yang dipilih adalah membawa beberapa barang masuk ke dalam kabin.

diantara tumpukan life jacket dan kardus

Tapi ya jelas aja 96 orang membawa banyak barang ke kabin, seperti kardus isi susu kedelai, printer, emergency lamp, terang aja ditahan enggak boleh masuk. Untung saja kehebohan di bandara ini berhasil ditangani karena maskapai yang kami tumpangi mengijinkan barang-barang logistik dibawa tanpa membayar kelebihan bagasi! Waw! Terimakasih banyak untuk perusahaan penerbangan yang satu itu. Kalau tidak mati lah kita semua karena sudah banyak logistik yang dikurangi karena batas maksimal bawaan per individu 20kg.

Sesampai di Kupang, rombongan TTU (Timur Tengah Utara) berpisah karena akan melanjutkan dengan perjalanan darat. Tinggal rombongan tiga pulau yang akan melanjutkan perjalanan dengan KRI.

sunset di Kupang

KRI yang kami tumpangi bernama KRI Teluk Mandar 514. Ini pengalaman kedua naik kapal perang. Sebelumnya gue pernah naik pas jaman SMA ikut salah satu program pelatihan ala militer yang diadakan oleh sekolah gue yang bekerjasama dengan AL.
Yang menarik di KRI Teluk Mandar adalah selain menemukan kakak-kakak TNI AL yang ramah tetapi perjalanan ini menyajikan pemandangan alam eksklusif yang tidak tergantikan.


Rute yang dilalui adalah melalui laut Flores. Pagi hari ketika keluar dari lambung kiri tempat gue tidur. Seketika gue terpana ketika membuka pintu dan memandang hamparan gunung dan lautan. Ini keindahan Indonesia yang tersembunyi, yang enggak semua orang bisa menikmatinya. Tiga hari dua malam tidak akan terasa lama karena mata gue dimanjakan oleh keindahan pemandangan laut flores dan kepulauan yang membuat gue merasa tersasar ke wonderland. Dengan langit biru cerah, laut yang berkilauan serta siluet kepulauan dan pegunungan. Amazing!


Ketika malam menjelang dan rasanya terhisap ke dalam kegelapan, hamparan langit luas penuh dengan bintang bagaikan karpet terhampar di atas kepala. Tempat favorit untuk menonton bintang adalah helipad. Pada malam kedua, gue mendapatkan pengalaman memandang bulan terbit. Tontonan yang sangat berharga yang bisa gue dapatkan dari langit flores di kala malam.

bersama tim pulau Liran + Palue

Rombongan Ende adalah rombongan pertama yang turun di KRI. Kami merapat di Maumere dan akan melanjutkan perjalanan darat menuju kabupaten Ende. Bus yang kami tumpangi ternyata belum ada setengah jalan tiba-tiba mogok dan harus menunggu bus lain yang akan memberangkatkan kami. Untung saja belum masuk ke wilayah gunung. Kan kacau urusannya kalau mogoknya di gunung.
Walaupun kebanyakan tidur sepanjang perjalanan, tetapi bisa gue katakan pegunungan yang gue lewati merupakan the most amazing virgin forest I’ve ever seen.

somewhere between maumere and ende

Setelah tiga hari mata dimanjakan oleh laut. Maka selama lima jam mata gue dimanjakan oleh hamparan pegunungan, hamparan hutan dan dinginnya udara. Jadi cukup seimbanglah apa yang gue lihat.

Lama-nya waktu perjalanan tidak mematikan semangat kami semua. Setelah bermalam di penginapan satu malam karena harus bertemu Bupati Ende dan tidak ada kapal motor yang beroperasi di atas jam 3 sore, keesokan paginya kami mengejar kapal motor pertama dari kabupaten yang akan berangkat ke pulau.

Pagi itu cukup mendung dan menerka-nerka seperti akan perjalanan menyeberang pulau. Kapal motor yang kami gunakan bernama Al-Amin. Dan untuk mengantisipasi, kami semua memakai pelampung yang memang sudah sengaja dibawa dari Depok. Otomatis rombongan ber-17 ini menjadi tontonan warga yang ada di Pasar (pelabuhannya memang dekat Pasar) serta warga yang akan menggunakan kapal motor juga.

Al-Amin yang dilatari siluet pulau tujuan kami: pulau Ende

Laut yang akan kami sebrangi bernama laut Sawu. Laut yang memang terkenal akan keganasan ombak-nya. Yang untuk pertama kalinya seumur hidup gue merasakan yang namanya mabuk laut. Minum antimo pun sama sekali tidak kerasa efeknya.

masih bisa nyengir padahal aslinya mabuk laut :p

Akhirnya pulau yang dari kejauhan sudah terlihat siluetnya semakin lama semakin besar dan jelas. Setelah melewati banyak pemberhentian di dermaga ekoreko, puutara dll. Akhirnya kapal berhenti dan merapat juga di dermaga utama yaitu dermaga tandjung, desa rendoraterua. Dermaga yang menjadi awal dari cerita kami di pulau kecil berpasir hitam ini. Dermaga ini juga yang akhirnya menjadi penutup dan gerbang perpisahan kami dengan pulau Ende serta penduduknya.
Maka cerita kami semua pun dimulai.

1 komentar:

Gogo Caroselle mengatakan...

timtam,
di fotomu yg baju putih,
bibir km menggoda...
km mau merayu aku ya?
*poker face*

 
;