“To laugh often and much;
to win the respect of intelligent people and the affection of children
to leave the world a better place
to know even one life has breathed easier because you have lived.
This is to have succeeded.”
Ralph Waldo Emerson
Gue jarang menangis. Terutama untuk keadaan diri gue sendiri.
Terakhir gue menangis adalah ketika terjadi perang besar di keluarga gue, dan ibu gue menjadi korban saat itu. Gue maju, menyatakan pendapat gue, dan menangis. Karena gue merasa gagal melindungi beliau.
Tetapi seminggu ini keadaan di sekitar gue kacau balau. Ditengah tekanan takehome UTS yang belum selesai. Ditengah kejaran acara yang harus diselesaikan. Dengan posisi gue seperti ini yang tidak boleh menunjukan rasa lemah di depan semua orang. Akhirnya gue mengalah dengan keadaan, tangis gue pecah.
Gue enggak suka dengan kalimat yang mengatakan kalau dalam politik tidak ada yang namanya kawan atau lawan, yang ada hanyalah kepentingan. Gue yang dibesarkan untuk menjadi polos dan menganggap dunia itu baik, menyadari tidak semua orang di sekeliling gue sebaik itu. Jahat, adalah kata-kata yang kejam kalau dilontarkan dalam situasi ini. Tapi itu yang gue rasakan. Gue enggak tahu lagi mana yang baik dan tidak, karena semuanya terasa abu-abu.
Sedih rasanya melihat orang yang gue kenal dengan baik saling menyakiti satu sama lain. Sedih rasanya ketika orang yang gue rasa gue kenal dengan baik, berubah menjadi seseorang yang enggak gue kenal lagi. Sedih rasanya ketika gue harus mempertahankan semua ini, tetapi apa yang gue pertahankan dan gue anggap berharga tidak dirasakan itu oleh mereka.
Sedih rasanya ketika melihat sahabat baik gue menangis karena menjadi kambing hitam di dalam situasi yang terjadi saat ini. Sahabat baik yang udah gue anggap kayak saudara kandung gue sendiri, menangis di depan gue.
Karena alasan-alasan absurd itu lah tangis gue pecah. Setelah beberapa tahun gue enggak pernah sekangen ini dengan teman-teman SMP dan SMA gue. Yang gue kangenin adalah model persahabatan yang tulus, persahabatan dari hati, my soul friends.
Ini mungkin adalah postingan s.o.s untuk mereka. Bahwa gue dan si sahabat 8 tahun ini bener-bener butuh elo semua saat ini.
Yeah this is me, menulis dengan gaya cengeng dan terkesan lemah.
Gue merasa betul-betul insecure di dunia yang enggak gue kenal sama sekali.
Mungkin yang saat ini bisa gue lakukan adalah bertahan. Bertahan mempertahankan apa yang gue anggap benar. Percaya bahwa kebenaran akan muncul pada akhirnya, terlepas dari wujudnya baik atau buruk.
Bahwa dibalik pekatnya kegelapan, akan selalu ada cahaya di hati mereka.

1 komentar:
:)
pahlawan selalu menang di akhir cerita tam.
Posting Komentar