
”You can have brilliant ideas, but if you can’t get them across,
your ideas won’t get you anywhere.”
- Lee Iacocca
Ada sebuah kisah mengenai tiga kaleng coca cola yang di produksi di pabrik yang sama. Dalam perjalanannya, ketiga kaleng coca cola itu didistribusikan ke tempat yang berbeda-beda. Coca cola pertama ditempatkan di dalam sebuah lemari es yang berada di mini market dan dilabeli harga 4000 Rupiah. Coca cola kedua ditempatkan di dalam sebuah lemari es yang berada di pusat perbelanjaan besar dan dihargai 7500 Rupiah. Coca cola ketiga ditempatkan dalam lemari es, dan kemudian dibuka dan dituangkan ke dalam gelas kristal untuk disajikan kepada tamu sebuah hotel. Ketika tamu tersebut meminta bill-nya, maka akan tercetak harga dari Coca cola tersebut adalah 60.000 Rupiah.
Ketiga Coca cola tersebut berasa dari pabrik yang sama tetapi dihargai berbeda-beda sesuai dengan tempat dimana dia dijual.
Dapat ditarik sebuah kesimpulan besar bahwa setiap orang memiliki kualitas dalam dirinya tetapi kualitas itu baru dapat ditarik keluar sesuai dengan lingkungan dimana dia berada. Lingkungan sangat menentukan nilai yang dibuat oleh seorang individu. Apakah dia akan berkembang atau dia malah akan terhambat.
Jiwa kepemimpinan sebenarnya ada dalam diri setiap orang. Tetapi muncul atau tidaknya rasa kepemimpinan tersebut tergantung dari individu dan lingkungan di sekitarnya. Yang paling mudah untuk diumpamakan adalah, setiap orang harus menjadi pemimpin minimal bagi dirinya sendiri. Mengatur dirinya sendiri, mulai bangun dari tidur hingga kembali lagi ke tempat tidur. Apa yang akan dia lakukan? Kemana dia akan pergi? Siapa yang harus ditemuinya?
Sulit untuk dibayangkan apabila seseorang tidak menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, maka hidupnya pasti diatur oleh orang lain.
Penting untuk melatih jiwa kepemimpinan dalam diri setiap orang. Menjadi seorang pemimpin adalah menjadi seorang koordinator. Dimana dia harus bisa mengkoordinasi dan mengatur semuanya agar seimbang. Seperti layaknya otak bagi tubuh, fungsi otak adalah bertugas mengatur gerak tubuh manusia dan menyelaraskan fungsinya satu sama lain agar tidak saling bertabrakan apalagi tumpang tindih.
Contoh di atas masih sebatas menjadi pemimpin bagi diri sendiri. Kemudian, bagaimana apabila menjadi seorang pemimpin bagi orang lain? Dengan kata lain sudah ada sekelompok orang yang dipimpin oleh individu tersebut. Disini peran tanggung jawab dan kepercayaan bermain penting. Menjadi seorang pemimpin bukanlah sekedar atasan atau bos. Menjadi seorang pemimpin berarti bertanggung jawab atas sekelompok orang tersebut. Apa yang pemimpin itu bawa? Mau dibawa kemana mereka?
Maka seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki visi dan misi. Visi atau tujuan kemana dia akan melangkah ke depannya. Ke arah mana mereka akan menuju. Menjadi seperti apa mereka nantinya.
Misi adalah hal-hal yang harus dikerjakan. Hal-hal yang menjadi prioritas. Yang diutamakan menuju tujuan yang ingin dicapai oleh seorang pemimpin tersebut.
Tetapi memiliki visi dan misi saja tidak cukup. Ada kualitas dasar seorang pemimpin yang harus dimiliki, seperti halnya kepekaan terhadap lingkungan sekitar, mampu bersikap positif, dan tegas.
Kepekaan dibutuhkan untuk memahami sekeliling dengan baik. Seorang pemimpin haruslah mengetahui kondisi lingkungan sekitar dirinya supaya bisa mengoptimalkan kekuatan-kekuatan apa saja yang dimilikinya. Dengan sifat kepekaannya ini, seorang pemimpin dapat mengetahui setiap potensi yang dimiliki orang-orang yang dipimpinnya serta memahami mereka dengan baik.
Ketika masalah datang dan semua orang sedang berada di titik terendahnya, peran seorang pemimpinlah sebagai penggenjot semangat mereka semua. Seorang pemimpin harus memiliki double atau bahkan triple cadangan semangat dan rasa positif dalam dirinya. Ada perbedaan besar seseorang yang terpaku mendengar hal-hal yang negatif atau saran-saran positif tentang dirinya. Penting bagi setiap orang untuk mengabaikan kelemahannya dan mengoptimalkan kekuatannya karena pada akhirnya kelemahan yang dimiliki akan tertutupi oleh kekuatan yang telah terasah. Disinilah peran seorang pemimpin untuk terus mampu bersikap positif yang turut serta mengajak yang dipimpinnya terjaga aura positif untuk pengoptimalan kerja.
Tegas adalah modal utama seorang pemimpin. Tidak ada yang ingin dipimpin oleh seseorang yang plin-plan atau tidak memiliki pendirian. Walaupun menganut sistem demokrasi dimana pendapat semua pihak didengar. Tetapi pada akhirnya seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memilah pendapat yang didengarnya dan mencari yang paling benar. Diperlukan ketegasan dan keteguhan hati dalam memutuskan suatu keputusan. Tegas bukan berarti keras, melainkan juga harus bisa memikirkan baik dan buruknya demi kepentingan bersama. Dan tentu saja mampu mempengaruhi orang lain supaya mereka percaya dan yakin dengan apa yang dikatakan oleh pemimpinnya.
Menjadi seorang pemimpin bukanlah perkara yang mudah. Diperlukan sebuah keberanian serta ketekadan yang kuat untuk memutuskan menjadi seorang pemimpin. Terakhir adalah, lingkungan memang mempengaruhi kualitas nilai seseorang. Tetapi, yang paling penting adalah apakah seseorang tersebut menyadari kualitas dirinya sendiri dan tentu saja apakah ada kemauan untuk mengembangkan dirinya menjadi lebih dari dirinya yang sekarang.
Inilah essay yang gue kumpulkan untuk debat panelis hari Senin 15 Februari kemarin. Debat panelis sudah terlewati. Masih ada mimbar bebas untuk besok.
Lupakanlah rasa tidak puas gue. Yang sudah lewat sudah tidak bisa diubah lagi. Yang gue punya hanyalah hari esok yang harus gue manfaatkan semaksimal mungkin.
Tapi masih ada satu kalimat yang tersimpan di tenggorokan gue, kalau
"Gue lebih suka menulis dan kemudian bertindak"
Mungkin ini pembelaan diri gue, tapi yah gue memang bukan orang yang pintar mengungkapkan perasaan sih. :)
Anyhooooow, gue menang lho lomba puisi simbok venus. It was quite a surprise. Haha. But, thankyou anyway! :D
hihihhi

2 komentar:
wooohooo..
semangatt!!
eh salah..
selamat!!!!!
*niru iklan lama : anda layak dapat bintang.
esay kamu bagus.
dan realistis.
:D
wow, this was a good read. i really like your coca cola analogy. :)
Posting Komentar