
Ada yang bilang setiap hal yang kita lakukan memiliki momentnya tersendiri. Mereka bilang daripada kita menunggu moment tersebut, lebih baik kita membuat moment itu sendiri. Dan, ya, kemarin gue membuat moment itu ke seorang teman gue...
Kamis sore itu, setelah sekian lama, akhirnya kami berempat berkumpul kembali. Gue, Aida, Diba dan Boim duduk manis di Coffee Bean PIM sembari menunggu rombongan teman yang akan menyusul. Lebih dari satu jam kami berempat mati gaya. Segala cerita sudah keluar, mulai dari kisah gebetan barunya Aida dan Boim, gossip yang enggak penting, UTS yang sucks dan lain-lain.
Hingga satu titik, gue merasa gue harus mulai jujur kepada mereka. Sebenarnya bukan ‘mereka’ tapi ‘dia’. Dia atau lebih tepatnya Diba. Sudah lebih dari setahun kita berempat berteman lumayan erat. Dari yang tadinya sekedar teman satu jurusan, teman makan siang bareng, mulai menjadi teman karaoke hingga teman bercerita. Enggak adil kalau cuman Aida dan Boim yang tau cerita gue. Sementara Diba enggak tau apa yang pernah gue alamin. And I think she deserves to know the truth.
Yang paling menyenangkan dari sesi ‘curhat jujur’ gue kepada Diba adalah akhirnya enggak ada lagi hal-hal yang harus gue tutupin dari dia. Paling enggak, dia enggak bakal ngerasa aneh kalau ada saat-saat gue berubah sikap karena ‘sesuatu’ dan menjadi anti-sosial karena ‘sesuatu’. Dan dengan gue menceritakan ‘sesuatu’ tersebut, posisi Diba menjadi sama seperti posisi Boim dan Aida.
Bagi gue, dalam pertemanan yang paling penting selain rasa nyaman dan kecocokan adalah rasa percaya. Tetapi, rasa percaya itu tidak datang begitu saja. Selain butuh proses waktu yang tidak sebentar. Kita harus bisa memberikan kepercayaan tersebut kepada seseorang, kalau mau dipercaya sama orang lain. Sudah banyak hal yang gue lalui bersama Diba, dan menurut gue sudah saatnya gue mulai mempercayai Diba untuk memegang cerita gue.
Semoga pertemanan gue kali ini bisa se-awet seperti pertemanan yang pernah gue jalin saat SMP dan SMA.
Well, I can say kalau kemarin itu bener-bener quality time for us. I just miss the moment when we are only four and can do anything we like. :)
Ps: Btw, ini adalah postingan gue yang ke 300 lho! Konyolnya, justru postingan ke 300 itu bisa gue capai di bulan yang postingannya paling minim ;p. Minim bukan karena kurang ide, tapi lebih tepatnya sekarang adalah masa-masa paling sibuk semester ini. Hahaha, astaga...
[currently listening: Ooh Yeah - Lee Ritenour
currently reading: (mestinya) bahan-bahan China buat UTS take home]
currently reading: (mestinya) bahan-bahan China buat UTS take home]

4 komentar:
selamat 300... *sorak sorak
ya persahabatan yang erat itu toh dijalin tanpa curiga dan harusnya trustworthy..
congrats, sudah menemukan 3 kembaran hidup di dunia,,
semoga yang ke 4 sampai 7 segera bertemu..
:D
@denny: btw, maksudnya kembaran hidup itu gimana ya? *enggak mudeng
hehehehe thx lho
katanya kan kita punya 7 kembaran yg terpisah di dunia,
nah kalo udah nemu yg bisa cocok luar dalem,
menurut saya sih beruntung bener gitu.,
soalnya kan banyak yg end up sama yg akhirnya dibilang " bukan jodoh kek, tidak ada kecocokan kek"
*gini ni kebanyakan nonton insert, hahahaha
@denny: hmm kalo kayak gitu definisi-nya, mungkin belum bisa dibilang salah satu 'kembaran' kali ya.. hehe
Posting Komentar