9.22.2009

What a Journey!

Enggak ada yang lebih menyenangkan daripada menghabiskan seluruh waktu gue dalam satu hari untuk membaca sebuah buku. Terutama, buku yang sudah gue idam-idamkan dalam waktu sebulan lebih. Terlebih lagi, buku yang ternyata membawa gue ke ekspektasi yang berbeda.... bahwa, pengarang favorit gue bisa keluar dari jalur yang selama ini gue anggap patennya dia, ke jalur yang enggak disangka-sangka. Dan dia berhasil membuat ceritanya tetap menarik, menghanyutkan, dan berbobot.

Sebenarnya topik yang diangkat itu simple banget. Jatuh cinta dengan sahabatnya sendiri, tetapi karena kondisi tidak memungkinkan akhirnya cinta itu hanya jadi sekedar rasa tanpa sanggup mengubah menjadi kata dan merubah keadaan.
Keadaan yang, gue yakin, bisa jadi dialami oleh sebagian penduduk bumi ini. Kisah cinta klise, kalo menurut gue. Tanpa bermaksud menyindir atau bagaimana, tapi gue sendiri juga mengalami kisah klasik yang sama.

Topik lainnya adalah bagaimana kita tetap mempertahankan mimpi kita. Sebuah impian yang sudah mendarah daging dalam diri kita. Bagaimana impian dan realitas saling berkejaran satu sama lain, yang terkadang membuat seseorang bisa menyerah dan tunduk pada realitas. Atau berlari untuk merebut kembali impiannya.
Semua pilihan itu tersebar di hadapan kita. Tinggal bagaimana kita memilahnya untuk diri kita sendiri. Gue jadi inget satu quote, ‘I am what I choose to be’. Gue rasa quote itu bener adanya.

Sementara, nyawa dari novel ini adalah tokoh-tokohnya yang mengisi halaman per halaman dengan menarik. Konflik yang diambil, karakter yang kuat, persahabatan yang terbangun. Bagaimana gue sampai saat ini masih terbayang-bayangi oleh mereka, dan mengandai-andaikan bentuk mereka dalam versi nyata seperti apa.


Hati tidak pernah memilih.
Hati dipilih.
Karena hati tidak perlu memilih.
Ia selalu tahu kemana harus berlabuh.
[Perahu Kertas - Dewi ‘Dee’ Lestari]



Gue sangat menikmati perjalanan cerita Kugy, Keenan, Eko, Noni, Remi, Luhde Laksmi, dan lain-lainnya. Sebagaimana gue sangat mencintai tokoh-tokoh Dewi Lestari yang lain, Ruben, Dimas, Gio, Elektra, Bong, Mpret, dan lain-lainnya di Supernova.

Dari Kugy gue belajar untuk mencintai diri sendiri dan untuk menjadi lebih diri sendiri, apa adanya tanpa perlu dibuat-buat. Gue juga belajar untuk mengejar impian gue, walaupun harus berputar untuk menjadi sesuatu yang bukan diri kita.

Dari hubungan Kugy, Noni dan Eko gue belajar tentang persahabatan. Bahwa, mereka itu berharga dan harus dijaga... para sahabat-sahabat lama dan sahabat-sahabat baru. Masalah tidak akan selesai hanya dengan saling mendiamkan, diperlukan kekuatan untuk mendinginkan kepala masing-masing dan sikap yang saling jujur.

Dari Kugy dan Keenan, gue belajar bahwa hati itu memang bukan memilih. Ia selalu tahu kemana harus berlabuh. Bahwa, kalau emang jodoh itu walaupun harus pergi keliling dunia dulu ujung-ujungnya kalau sama dia yah memang harus dengan dia. Dan terkadang, enggak perlu jauh-jauh keliling dunia untuk mencari sesuatu yang kita cari. Terkadang hal itu dekat sekali dengan kita tanpa kita sadari. Emang bener pepatah, semut di seberang pulau lebih kelihatan dibandingkan gajah di pelupuk mata.

In the end, this is very highly recommended novel for all of you guys!
Tapi jangan berharap novel ini bakal segila supernova. Tetapi jangan diremehkan pula karena ceritanya yang ‘terkesan’ biasa saja.
Justru, tanpa kita sadari, dalam hal-hal yang biasa tersimpan sesuatu yang luar biasa.


adios






[currently listening: am I blue
currently reading: Perahu kertas - Dewi 'Dee' Lestari]

8 komentar:

Ffauw mengatakan...

mauuu pinjeeem doooongg... thanks' sis :)

tammi prasetyo mengatakan...

@fikha: abis adek gue selesai baca ya nek! hehe

elia bintang. mengatakan...

bener banget.. impian gw main musik kyk john mayer dave matthews tapi realitas musik indo ga memungkinkan hal itu.

td om gw cerita kl frank sinatra itu baru sukses setelah belasan album. makanya ada lagunya yg i did it my way..

so i'll stick with my dream. nice post!

tammi prasetyo mengatakan...

@elia bintang: gue juga pas nulis tiba2 keinget sama lo, hehehe.
sukses ya calon musisi besar, we never know what will happen to us lho.. hehe
gue sih fans bgt john mayer haha

Benakribo mengatakan...

covernya bagus banget yaaa .. lucuuu .. gue belom sempet liat .. belom sempet suka sama buku kayak gitu ahaha :D

tammi prasetyo mengatakan...

@Benazio: beli aja ben, bagus kok! seriusan deh. dijamin lo bakalan suka! hehehe

MIGOMAGI Brand mengatakan...

hey hello, salam kenal yaa...
eh, ngomong-ngomong soal perahu kertas, salah satu kru kami (desainer grafis) pernah kerja di studio yang ngebikin cover buku ini.
ini link studionya, sapa mereka deh kalo mau, hehehe.. http://kebun-angan.com

tammi prasetyo mengatakan...

@MIGOMAGI: salam kenal juga. oke oke, saya sapa-sapa dulu.. ihihi thx info-nya

 
;