9.15.2009

Almost Over [updated: photo]

me with politic's 2008
breakfasting together @Alvin's house
[muka berminyak, pose gak jelas, but still having so much fun with them]



Ramadhan sebentar lagi selesai. Anak-anak sekolah sudah mulai memasuki minggu liburan mereka. Orang-orang, terutama para pendatang dari luar Jakarta, sudah mulai siap-siap untuk mudik kembali ke kampung halaman mereka. Acara buka puasa bersama (baik dari keluarga maupun dari teman-teman) makin gencar diadakan. Sementara itu, gue masih sibuk dengan kuliah gue.
Yeah, gue baru liburan tanggal 18 September dan masuk lagi tanggal 28 September.
Sadis?
Banget.
Makanya enggak heran kalau semua orang bawaannya males di minggu terakhir perkuliahan sebelum libur lebaran.

Jujur aja, gue bukan seorang muslim yang baik. Tetapi, entah kenapa, Ramadhan tahun ini meninggalkan banyak kesan mendalam. Gue percaya, agama itu adalah panggilan dari hati bukan bawaan dari lahir. Gue memang terlahir sebagai Islam, tetapi gue selalu mencari panggilan hati gue ke agama mana gue bisa memantapkan hati. Ada banyak kejadian dengan seseorang yang membuat pikiran dan hati gue terbuka untuk benar-benar memantapkan langkah gue dalam masalah agama.
Mungkin, dari seorang muslim yang belum baik maka lama-lama gue bisa menjadi seorang muslim yang baik. Inti dari kehidupan ini kan tentang belajar. Jadi, saat ini kondisinya gue sedang belajar untuk memahami agama Islam.

Selain tentang hal yang memantapkan agama, di Ramadhan tahun ini gue juga belajar untuk ikhlas. Atas segala kejadian yang terjadi. Sebaik apapun itu, seburuk apapun itu. Menerima adalah proses berdamai diri dengan kehidupan. Kalau kata teman gue,
“Nyokap gue bilang, manusia itu perlu merasakan yang namanya sakit. Karena setelah bangkit dari rasa sakit tersebut, maka sesungguhnya dia telah menjadi manusia yang kuat”.
Benar sih, kualitas diri seseorang itu dilihat dari bagaimana dia meng-handle krisis hidupnya.

Yang jelas, gue sedih akan meninggalkan bulan Ramadhan tahun ini. Tetapi apa daya, waktu terus berjalan dan kita hanya bisa mengikuti aturan mainnya.







[currently listening: Yiruma - Love me
currently reading: -]

4 komentar:

elia bintang. mengatakan...

"kualitas diri seseorang itu dilihat dari bagaimana dia meng-handle krisis hidupnya."

kl gw sering bilang ke orang2: kedewasaan seseorang dinilai dari kebesaran hatinya.

same thing.. nice post, tam!

tammi prasetyo mengatakan...

@elia bintang: sama-sama, el. hehehe...

harunsaurus mengatakan...

seperti biasa, tulisan lo inspiring dan membesarkan hati. tipe orang yang masuk surga karena doa pembacanya nih.

tammi prasetyo mengatakan...

@harunsaurus: hahaha. amiiin..
lagian gue sebenernya nulis kaya ginian buat memotivasi diri gue sendiri juga kok

 
;