8.26.2009

I just can say: "HELP!"

i need my 'me' time ;'(


Gue terserang penyakit males nulis. Sebenarnya ada banyak hal yang pengen banget gue tulis. Tapi, jujur aja, gue bosen kalo topik di blog gue kalo enggak tentang percintaan gue yang gitu-gitu doang palingan tentang kerjaan gue yang tiap hari PRnya malah nambah. Dan berhubung PRnya nambah, kesempatan gue untuk menulis enggak ada. Walaupun ada, gue enggak konsentrasi dan kepikirannya ’oh gue harus nelpon MK/Istana’ ’ya ampun, rundown acara OAT’ ’shit, gue lupa bagi tugas ke anak-anak humas gue’ ’duh, proposal PDKT apa kabar ya?’ dan lain-lain sebagainya.

Sebenarnya gue (saat ini) harus membuat breakdown acara penjelasan untuk MC-MC gue. Cuman berhubung kalo ngerjain itu harus lumayan konsentrasi karena detailnya buanyak (dan calon-calon MC belum ngasih keputusan apa-apa; di sms dua kali belum di bales, dan yang satu pulang kampung). Jadi, beginilah gue di depan komputer. Buka Microsoft Word dan mengetik ini dan itu.

Gue juga lagi sangat amat kurang hiburan. Stock DVD abis, dan pesenan gue di abang-abang DVD kober belum ada juga. Main looklet.com udah tidak semenyenangkan jaman dahulu. So, back to my root (again) gue jadi rajin blogwalking.
Denger-denger berita kalau Perahu Kertas mau terbit nanti tanggal 29 Agustus maka isenglah gue buka blognya Dewi Lestari yang ini. Blog tentang proses pembuatan perahu kertas tersebut.

As I believe, sebuah event, buku, film, musik, apapun itu namanya selalu memiliki background cerita di balik layar yang gila-gilaan. Merasakan sendiri menjadi suatu panitia dalam berbagai acara membuat gue lebih menghargai acara-acara lain; sebagus atau sejelek apapun itu.
Sebuah acara hadir tidak selalu seperti apa yang diperlihatkannya. Ada orang-orang penuh dedikasi dan kerja keras di balik hadirnya acara tersebut.
Begitu pula buku Perahu Kertas dan perjalanan Dee membuatnya saat dia sedang sibuk-sibuknya tetapi masih dikejar deadline untuk mengerjakan buku tersebut (dan hal itu makin membuat gue ingiiiiiin sekali membeli Perahu Kertas, secara bo I’m her biggest fan hehe).

Balik lagi ke keadaan gue. Saat ini gue lagi jadi panitia berbagai event di fakultas kampus gue. Mulai dari OIS (Olimpiade Ilmu Sosial), PDKT (Pelatihan Dasar Kepemimpinan Terpadu), Journalympic. Enggak cuman segitu doang, berhubung gue sebagai mahasiswa yang juga berdedikasi sama jurusannya maka jadilah gue anak acara OAT, ospeknya anak-anak Politik.

Ada beberapa temen gue yang udah komentar kalo kerjaan gue banyak banget. Tetapi gue tau kalo ada banyak orang yang jam kerjanya lebih gila daripada gue. Membaca blog-nya Dee dan Upi juga membuat gue semangat karena melihat jam kerja gila mereka. Semangat karena, masih ada orang yang lebih gila kerjanya dibanding gue. Gue bisa dibilang belum ada apa-apanya dibanding mereka.

Tetapi, waktu ’libur’ gue udah mau habis. Tujuan gue di UI bukan untuk jadi panitia ini dan itu tetapi menjadi mahasiswi yang baik dan teladan. Maka munculah satu tanggung jawab lagi: belajar. Dan gue enggak boleh lupain itu.

Karena itu di waktu yang sempit ini, gue harus selesain apa yang bisa gue selesain. Mungkin yang harus pertama kali diurus adalah: breakdown acara untuk MC.
Uh,
tuh kan... ngomongin kerjaan lagi
ah bodo amat deh. But, honestly, i do really need a personal assistent to help me manage all those things.





[currently listening: Life keeps on turning-Mocca
currently reading: Jakarta Globe, 25/08/09]

1 komentar:

fika farikha mengatakan...

fight for your time, Tam! Gw aja udah nggak minat ngambil2 kepanitiaan lagi... (soalnya masih ada yang belum kelar: Journalympic, Pameran Foto Fisipers, GOLF-nya HMIK, aaaagh...!)

Makanya smtr 3 ini gw usahain dapet day off sehari per minggu (lo juga ada kan?) dan rencananya sih harus bisa disiplin menjadikan itu 'hari gw' alias my time.

My time nggak harus selalu nganggur kan? tetap memutar sekrup...dengan melakukan2 hal2 yang untuk kita banget...
hahahah


fight!

 
;