7.06.2009

People come and go...

life is more complete with this little colorful flowers
pic from: here


Gue baru aja selesai menyiram tanaman di halaman rumah gue sore ini. Whew, udah lama gue enggak menyiram tanaman rumah gue sendiri ternyata. Dan gue baru ngeh, dua minggu terakhir ini merupakan waktu eksklusif gue di rumah. How I miss my home so much. Karena kesibukan dan segala macem, rumah hanya menjadi tempat persinggahan gue untuk tidur, makan, mandi dan kemudian pergi lagi.

Gue udah lama enggak mengobrol atau sekadar bertukar pikiran dengan orang tua gue. Gue udah lama enggak becanda-becanda konyol dengan adek gue. Dan gue baru ngeh kalau Mbah Uti (nenek gue) kesepian karena, yah Mbah Kakung (kakek gue) gue udah meninggal. Ataupun sekedar bermain dengan kucing-kucing (Simba & Koi) gue, pun udah enggak sempet.

Tetapi karena satu dan lain hal, dua minggu ini eksklusif gue di rumah doang.
Pertama, ada sepupu gue yang udah tiga tahun enggak ketemu dan menginap di rumah. Masa iya gue ninggalin dia? Walhasil gue memilih untuk lebih sering di rumah supaya bisa meluangkan waktu bersama.
Kedua, gue terserang beberapa penyakit yang membuat gue harus stay di rumah. Jadi yah, mau enggak mau harus tetep di rumah ya kan?
Ketiga, ini liburan dan gue terserang males tingkat tinggi.

Jadi yah, akhirnya gue bisa melakukan aktifitas yang biasa gue lakukan di rumah lagi. Seperti; menyiram tanaman.

Well, halaman rumah gue tidak terlalu luas sebenarnya. Cuman dipenuhi berbagai macam jenis tumbuhan dan terawat apik karena tangan terampil bapak gue serta ketelatenan ibu gue. Bukti cinta serta keromantisan mereka adalah halaman rumah gue. Bagi gue halaman rumah gue bagaikan tempat kabur yang asyik. Sore-sore, cuaca masih cerah dan dipayungi oleh langit biru yang bersih. Sambil menyiram tanaman, gue bebas bengong sesuka gue. Tentu aja bukan bengong kosong, gue bisa berpikir panjang dan dalam tentang segala macam hal di bawah rerimbunan tanaman yang sejuk dan hamparan rumput empuk serta bunga-bunga.

Menyiram tanaman, merupakan obat penyembuh yang mujarab. Bagaikan balsem yang membaluri luka yang panas dan membiarkannya terasa dingin. Coba bayangkan,
harum rumput setelah disiram air + langit biru luas dengan semburat matahari sore = heaven!

Ada yang pernah bertanya seperti ini kepada gue,



“Pilih mana, tinggal di apartemen atau di rumah?”

“Apartemen....”

“Lho? Kok? Kalo gue lebih milih tinggal di rumah dan memiliki halaman rumah sendiri deh”

“Gue kan belum selesai jawab kenapa gue mau tinggal di apartemen. Gue mau tinggal di apartemen, ketika gue masih muda dan hidup sendiri. Tetapi kalau gue sudah berkeluarga, yah tentu aja rumah sendiri lah dengan halaman... Gue udah janji sama bapak gue, dia mau jadi tukang kebunnya. Hehe”

“Buset. Kurang ajar banget lo!”

“Bukan kurang ajar, gue cuman pengen bapak gue ngabisin masa tuanya ngurusin sesuatu yang dia sukain tanpa beban. Enggak salah kan?”

“Hahaha, iya. Bapak gue juga sukanya nyuciin mobil gue lho...”




Dan sampai sini percakapannya mulai enggak nyambung. Tapi percakapan ini yang terus terngiang-ngiang kalau gue sedang menyiram tanaman. Betapa waktu berlalu dengan cepat dan mungkin hanya gue yang masih mengingat percakapan ini dengan jelas. Yang kemarin adalah masa lalu yang telah berlalu, yang seharusnya gue lihat saat ini adalah masa depan di hadapan gue. Akan ada percakapan baru, orang-orang baru, dan yang lama tentu saja pasti akan tergantikan jua.


end of discussion
.





[currently listening: Yiruma- Sometimes... someone
currently reading: not starting yet]

2 komentar:

Arju Ashari Risandika mengatakan...

wah bisa pinjem taman bungamu buat shooting pilem india

wakakakkakaka

tammi prasetyo mengatakan...

yah enggak segitunya juga seratus orang bisa tumplek joget-joget di rumah gue..
ahahaha

 
;