Sebelumnya gue bukan orang yang bangga dengan model rambut gue. Susah diatur, ikal, dan megar. Eeeergh, bahkan waktu SMP gue dikatai ‘rambut ijuk’ sama teman gue. Semenjak itu gue selalu berusaha agar rambut dikuncir kuda dan kalau udah panjang pasti gue merasa risih dan segera memotongnya menjadi potongan tanggung lagi (supaya kalau dikuncir jatuhnya jadi pas).
Ini pertama kalinya dalam hidup gue selalu selama satu minggu penuh pergi ke luar dengan rambut tergerai tanpa dicatok atau habis dari salon. Ini pertama kalinya gue menyukai model rambut gue tanpa merasa risih dengannya, bodo amat dengan komentar orang lain.
Kalau kemarin-kemarin gue selalu ngotot ke salon buat potong rambut. Sekarang rasanya kok sayang pergi untuk potong rambut.
mungkin, sebelum gue (berusaha) menyukai orang lain gue harus (bisa) menyukai diri gue sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
adios ;)
[currently listening: Ecoutez-INTRO
currently reading: mario puzo- orang orang sisilia I]
currently reading: mario puzo- orang orang sisilia I]


2 komentar:
eh eh, kalo gue ya Tam...nggak pernah nyisir rambut loh!! karena entah kenapa kalo ga sisiran malah jatuhnya lebih oke...jadi ngantor aja gue ga sisiran...yaaa, paling dirapiin pake tangan udah cukup, hahaha...
terus udah 5-6 tahun ini potong rambut sendiri, nggak pernah ke salon buat potong...busettt *baru nyadar lama juga yah*
@nadZ: buset! lo bisa potong rambut sendiri!? gue kalo potong rambut sendiri jatohnya malah rusak kali rambut gue. ahahaha
gue kalo ga sisiran rambut malah jadi kusut.. hehe
Posting Komentar