So, howdy people?
Again and again, one week feels like a day. Time flies until I realized that I’ve passed one week.
Since the first day I left my home, I already missed writing. How can I live without I write my blog? Yeah, even though I have Friday-Saturday-Sunday to write freely in my blog, BUT I know, those three days will full with a lot of homework. Geez, I will be quite busy for the next weeks and months.
So, how about this week? What happened with me?
Tentunya sih gue ketemu lagi sama temen-temen gue. Sayangnya, kita ber-40 udah enggak bisa sama-sama melulu. Yah, dalam seminggu itu paling hanya ada 4 atau 5 kelas yang barengan, sisanya kita dicampur sama jurusan lain. Agak sedih sih. Cuman dengan adanya kelas yang campur sama jurusan lain gue jadi bisa dapet banyak kenalan dengan jurusan lain.
Karena itu gue baru ngeh kalau sama ini terlalu bergaul dengan teman-teman di jurusan gue doang! OH MY GOD! Ngapain aja lo nyet enam bulan kemareeen???? Setelah gue lebih membuka mata gue, temen-temen gue yang lain sudah melebarkan sayapnya kemana-mana. Sementara gue?
Don’t get me wrong dengan mengira gue enggak bisa bergaul. Haha. Satu semester kemarin gue bener-bener enggak ikutan kepanitiaan atau sibuk apa-apa. Ada sih kepanitiaan gitu yang gue ikutin, tapi intern di politik aja. Sisanya kalau diajakin ikut ini atau itu gue selalu menolak. Honestly, tipis banget perbedaan antara enggak mau sibuk dan males. Alasan standar gue sih, waktu diajakin ini dan itu memang lagi sibuk-sibuknya tugas dan persiapan UAS. Makanya gue lebih mementingkan studi gue.
Makanya semester dua dan seterusnya gue mau cukup melibatkan diri di FISIP. Apalagi, kepanitiaan yang pasti gue ikutin adalah OIS (olimpiade ilmu sosial), yang waktu SMA gue pernah jadi peserta dan gantian sekarang gue jadi panitia. Terus gue lagi mikir-mikir apa gue ikutan BEM atau enggak. Atau gue ikutan organisasi lain tapi yang enggak terlalu sibuk? Atau jadi banci panitia? Anyho, yang mana aja sama aja. Karena sebenarnya inti dari kuliah bukanlah elo belajar dan dapet nilai oke (ooh salah deng, itu salah satu intinya juga! Hahahaha) tetapi elo membangun link dan melebarkan sayap. Hahaha, kan bersosialisasi itu penting. Kalau enggak, jaman dulu mah sekolah enggak bakal dibangun. Semua orang bakal homeschooling.
Honestly, alasan gue mulai mikir-mikir kenapa gue agak-agak invisible girl gini karena di salah satu kelas gue ada seorang anak dari sebuah jurusan, mari kita sebut dia si R. Terjadilah percakapan perkenalan antara gue dan dia.
R: Ooh, lo anak politik, Tam?
gue: Iya
R: Kok gue enggak pernah liat lo ya barengan sama anak politik lainnya?
gue: Hah? Masa? (Secaraaaa ya ibu-ibu gue mah mainnya sama anak politik melulu)
R: Iya. Mereka kan suka ngumpulnya disitu, ya kan?
gue: *speechless (karena gue baru denger ada temen-temen gue ngumpul disitu)
gue: enggak gue jarang disana, biasanya gue suka ke kancil ato ke takor (menyebut nama kantin)
R: ooh
Selanjutnya, gue pun cerita sama temen gue si Aida. Menanyakan kebenaran.
gue: emang kita suka ngumpul disitu ya?
aida: enggak, gue baru denger
gue: emang gue segitu enggak keliatannya? apa temen gue kurang banyak?
aida: enggak kok tam, sotoy aja dia
gue: iya sih, kemarin gue rasanya pengen ngebales omongan dia kaya gini ‘lah justru gue jarang liat anak-anak jurusan lo dimana-mana’ hwahaha, jahat abis
oke oke, gue emang lagi jahat mode on. Atau emang ini bentuk kekecewaan gue karena gue mendapat kelas yang kurang oke (anak-anaknya maksud gue). Gue terbiasa dengan anak-anak yang kompetitif tetapi kami semua akrab satu sama lain. Kalau yang ini *take a deep breath* agaknya gue yang harus memulai percakapan untuk berdiskusi. Yah enggak tau juga sih ya, kan baru sekali ketemu juga. Semoga penilaian gue salah deh. Semoga nanti ketemu berikutnya mereka berubah menjadi akademisi-akademisi yang rakus untuk berbicara serta berdiskusi, haoahahaha.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar