6.16.2008

sebatas itu...

Sebuah pengalaman magis...

“Aku sangat tergila-gila dengan bulan yang dikala malam karena terlihat sangat cantik. Tapi aku lebih menyukai bulan di pagi hari yang terlihat rapuh, lucu, menggantung di antara langit terang dan matahari benderang”


Tidak kawan, tidak hanya pagi hari. Tetapi senja pun memperlihatkan si bulan itu.

Dan sore ini gue melihat pertemuan magis antara matahari dan bulan. Waktu langka yang terjadi hanya sepersekian menit, pertemuan antara dua benda yang saling bahu membahu.
Kawan lama
Kekasih hati..

Mungkin begini kiranya percakapan mereka...

“Ahh Bulan, sahabatku, muncul juga kamu. Seharian ini aku sudah menahan diri agar tidak membuat suhu di kota ini tidak meningkat. Tapi apa dayaku, sang pelindung telah rusak akibat anak-cucu Adam”

“Kau sudah bekerja dengan baik disini, Matahari. Tugasmu di belahan bumi lain masih menunggu. Setidaknya bantu aku menyinari kota ini agar tidak diselubungi oleh awan-awan mendung sehingga menghalangi sahabat kita yang lain, para Bintang”


Maka pemandangan sunset yang indah pun perlahan-lahan menghilang di balik kegelapan yang menyelimuti. Meninggalkan bulan sendirian di atas langit kosong. Bintang-bintang tidak terlihat, dan hatiku pedih menatap bulan itu...
Sekarang gue mengerti mengapa Cancer dihubungkan dengan bulan, satelit yang setia mengitari bumi.
Melebihi rasa cintaku terhadap matahari
segala-galanya, untuk sang bulan.

7 komentar:

Anonim mengatakan...

really love this one..

namaku wendy mengatakan...

wew tulisan tammi bagus lo, hmm jadi kebayang gimana kalo gak ada bulan ma matahari pasti jadi gak tau mana pagi, siang sore ato malem, gak bs liat indahnya sunrise & sunset, gak bs liat indahnya langit malam bertaburkan bintang2 hehehe koq jadi gene see;p

tammi prasetyo mengatakan...

@ indah: ahh thank you buu

@ wendy: haha makasih lhoo..

Anonim mengatakan...

Kalo aku paling suka ngeliat Bulan di saat malam, tat kala dalam perenungan di suatu tempat yang ku beri nama *Lembah Sangga Buana*

Paams mengatakan...

wah sedih nih.. hikshiks.
gw suka bintang2 dan di jakarta untuk ngeliat bintang bertaburan itu susah!

Teuku Zulfikar Amin mengatakan...

hmm...
gw ga ngerti nih. . .
itu pengalaman magis apa MISTIS??

tammi prasetyo mengatakan...

@ dhie: hoooh.. iya iya

@ paams: kenapa sedih paams? hahaha, kabur aja ke bogor ato bandung kalo mau liat bintang mah.. hehe

@ slugger: YEY! kok jd mistis sih? hahaha

 
;