6.01.2008

sabtu-minggu ini

Akhirnya hujan juga di Bandung.
Salah satu alasan utama gue selalu kangen Bandung ialah hujan. Hujannya memiliki aroma yang berbeda dengan hujan di Jakarta maupun di Bogor. Walaupun Bogor yang dijuluki kota hujan tetapi gue lebih suka kalau menikmati hujan di Bandung. Agak aneh memang, tapi ya begitulah..

Misi gue ke Bandung kali ini emang bukan buat main-main. Tapi untuk menghadapi ujian masuk UNPAD.
Karena tes UNPAD dan ITB berbarengan (dengan ITB memulai duluan, hari Sabtu), hampir seluruh anak-anak Labschool tumplek di Bandung. Yang datang ke Bandung bukan cuman yang ikut UNPAD sama ITB doang, tetapi juga mereka yang cuman main-main sambil mencari kos (terutama buat yang udah keterima ITB duluan).

Bandung super rame. Apalagi Dipati Ukur. Untung aja hotel gue deket banget sama UNPAD, jadinya gue tinggal jalan kaki.
Kalo gue jadi orang Bandung pasti gue bakal sebel banget ngeliat banyak orang asing berkeliaran di Bandung, bikin macet pula.
Gue bukannya sentimen sama keramaian dan orang asing. Tapi semenjak UNJ jadi super penuh sama orang-orang yang daftar UMB gue jadi keki sendiri. Ngeliat banyak orang-orang yang enggak gue kenal seliweran di UNJ (yang satu komplek sama sekolah gue). Mereka enggak salah sih, sifat gue ini aja yang kelewat aneh.

So far, tes UNPAD enggak sejahat tes UGM. Yang bikin pegel sih psikotesnya. Gue mengawang-ngawang membayangkan bentuk dadu dan mengaplikasikannya dalam berbagai macam bentuk. Sisanya masih bisa ditangani dengan baik lah..

Selesai ujian gue sempet jalan-jalan di sekitar dipati ukur (dengan jalan kaki tentunya, karena jalanan sangat macet!). Kebetulan si Aida juga minta dianterin ke kos-an saudaranya yang ada di deket rumah sakit (eerrh.. apa ya? Lupa gue namanya! wakakak). Sambil berjalan kaki melewati antrian mobil yang enggak gerak-gerak, gue melirik ke arah gang-gang jalan dan terpaku.
Pagergunung.
Gue sekarang sedang melewati daerah pagergunung.
Bukan apa-apa. Cuman karena sedang terpengaruh seseorang gue pengen banget ke daerah pagergunung. Daerahnya sih biasa aja, cuman perumahan dan ada restoran Toko You disitu.

Gue seperti terhipnotis melihat daerah pagergunung. Setengah sadar, tiba-tiba keinginan gue untuk tinggal di Bandung meluap. Jujur aja, banyak banget kejadian yang diluar akal terjadi sama gue. Kalau gue runut satu-satu, mungkin ini suatu pertanda...

Pertama.
Tadinya gue sama Aida dan Tika ingin ke Bandung naik travel XTrans. Akhirnya bokap gue berbaik hati akan mengantarkan kami. Alasan sebenarnya bokap gue juga lagi ada urusan pekerjaan di Bandung jadi biar sekalian dan hemat, kami berangkat bersama naik mobil gue.
Pas di jalan tol gue ngeliat banyak serpihan kaca bertebaran. Sebelumnya ternyata terjadi kecelakaan.
Selesai Ujian UNPAD bokap cerita sama gue kalau ternyata bekas kecelakaan yang kita lihat itu kecelakaan XTrans. Gue diem. Terlepas dari XTrans yang akan gue tumpangi atau bukan, tetapi gue merasa seperti ‘diselamatkan’ oleh takdir.

Kedua.
(sebenarnya yang ini agak-agak enggak penting sih).
Pas lagi sarapan di hotel, seperti biasa gue mengambil secangkir teh panas untuk pembuka. Sambil memegang cangkir di tangan kanan gue, seorang ibu-ibu menyenggol sedikit bagian tubuh gue dan pegangan gue goyah. Bisa kalian tebak, teh yang gue pegang tumpah dan hampir setengah isinya mengenai tangan kanan gue.
Otomatis gue teriak dan langsung mengibas-ngibaskan tangan gue sembari mencari keran mana yang bisa gue pakai untuk mendinginkan tangan gue.
Satu pikiran gue ialah, gue takut tangan kanan gue kenapa-kenapa. Gue enggak peduli deh itu ibu-ibu enggak minta maaf sama gue (yeah, dia enggak minta maaf. Malah bersikap pura-pura tidak tahu!). Tapi hari ini adalah hari terpenting dalam kehidupan gue.
Anehnya...
Tangan gue enggak kenapa-kenapa. Setelah merasa panas terkena air mendidih, tangan gue mendingin dengan sendirinya. Gue cuman bengong. Enggak melepuh. Apalagi terasa perih.
Jujur! Teh-nya itu super panas. Sebelum accident teh tumpah ke tangan gue, gue bahkan sempet kepikiran untuk mencampurnya dengan air dingin.
Dan lagi-lagi gue merasa ‘diselamatkan’.

Kedua hal itu yang membuat gue berpikir kalau selama ini gue selalu menyia-nyiakan beribu kesempatan di hadapan gue.
Mungkin gue harus lebih serius
Dan harus banyak berdoa, gue sudah lama tidak berkomunikasi dengan Allah nih.. :)

note: h-6 dari UMB UI! Doain gue ya kawaaaaaaaaaaan!

4 komentar:

rind, mengatakan...

BETUL!!! di ITB juga gitu.. jalan Ganesha, taman sari, juanda.. mobil-mobil ga bergerak.. untung hotel tempat gw nginep juga deket..
:D
tinggal jalan 5 menit dah nyampe ;)

dah di jakarta ni gw..
lo dapet lokasi

tammi prasetyo mengatakan...

lokasi apaan?
umb?
udah tau gue..
gila pelosok gitu tempatnya..
di daerah pisangan gtu or wtf dah.

harunsaurus mengatakan...

untung gak ke bandung..

banyak2 berdoa supaya beruntung
karena orang sehebat apapun gak bisa ngalahin orang yang beruntung

tammi prasetyo mengatakan...

okeh..
thanks sarannya pak! :)

 
;