
100 Tahun Kebangkitan Nasional, dimana Budi Utomo berdiri hari ini 100 tahun yang lalu. 100 tahun berlalu, Indonesia sudah merdeka, Presiden sudah berganti 5 kali, provinsi sudah bertambah banyak, beberapa pulau telah diambil, beberapa kebudayaan serta tempe dan batik juga diatasnamakan oleh bangsa lain.
Ada banyak yang datang serta yang hilang dalam diri negara ini.
Tanpa sadar rasa nasionalisme serta patriotisme gue akan Indonesia luntur. Secara perlahan gue mulai menjadi masyarakat global. Gue merupakan bagian dari masyarakat dunia yang tidak mengenal ras serta bangsa. Bersatu di wadah bernama humanity.
Gue bukannya enggak cinta dengan negara ini. Justru gue sangat menghargai negara ini, dengan cara yang berbeda dari kebanyakan orang.
Banyak temen-temen gue yang bercita-cita menjadi pemimpin negeri ini. Itu bukan mimpi yang muluk menurut gue. Itu sebuah pilihan yang berani. Mereka adalah patriot bangsa yang berani menanggung semua tanggung-jawab yang akan dipikul mereka nantinya.
Menumbuhkan calon pemimpin membutuhkan waktu yang lama. Satu atau dua tahun belum cukup untuk membuat seorang pemimpin yang berkompeten. Dibutuhkan waktu yang lama serta pengalaman hidup untuk menumbuhkan seorang pemimpin.
Menurut gue, seorang pemimpin harus memiliki aura kepemimpinan yang kuat. Haruslah seseorang yang berkharisma tinggi. Lihat aja Soekarno, mendengar pidato-nya saja semua orang seperti terbius. Bakat alami menjadi seorang pemimpin yang tidak bisa dibuat, gifted.
Kalau kata guru Sosiologi gue, pak Marsono, setiap Presiden harus memiliki ‘Tien’. Sesuatu yang membuat mereka terlihat menarik. Sesuatu yang kasat mata dan tidak kelihatan. Bagi gue, itu mah sama aja kaya aura. Huahaha...
100 tahun kebangkitan nasional. Gue belum pernah merasakan gelora-nya negara ini dalam kebangkitan nasional. Suatu semangat dari dasar hati untuk menggerakan negara sebesar ini.
Mungkin yang tidak gue suka dari negara ini adalah orang-orangnya. Indonesia tidak bersalah apa-apa. Yang salah adalah orang-orang yang mendiaminya kemudian mengatasnamakan Indonesia atas setiap perbuatan mereka.
Perbuatan yang tidak bertangung jawab pula.
ckckck
ps: kan enggak mungkin gue kembali ke jaman 45an dimana seluruh rakyat bersatu padu meneriakan ‘MERDEKA INDONESIA!’. Ahh, kapan gue merasakannya ya?

3 komentar:
tunggu sampe saya terpilih jadi presiden lagi!!
hwakakakkk
eniwei, gw setuju banget sama pendapat lo
kita harus berani jadi pemimpin, karena saat ini indonesia sedang butuh pemimpin. pemimpin yang layak diteladani dan berani. lakukan apa yang lo bisa demi indonesia!
kalo gw, gw mau menyelamatkan indonesia lewat seni
hmm. . .
gw kok ngerasa punya "tien' ya . .
Apakah ini berarti akulah calon pemimpin bangsa??
Mwahahahahahahahahha
Maw jadi anak buahku ??
@ patung pancoran: ayo teruskan semangatmu nak! Indonesia tidak hanya memiliki potensi di bidang SDA tetapi juga SDMnya! hahaha.. potensi hanyalah potensi, jika tidak dikembangkan sama aja bohong!
@slugger: hahahaha.. ah, elo orang kesekian yg mengajak gue membentuk kabinet segala.. :)
Posting Komentar