5.25.2008

sabtu ini

We are supposed to be happy


Gue menemukan sesuatu yang menarik pagi ini di berita pagi hari.
Terjadi sebuah bentrokan antara polisi dan mahasiswa. Salah... salah! Lebih tepatnya serombongan polisi menyerang sebuah kampus (UNAS). Benar-benar penyerangan. Bahkan wartawan saja sampai dipukuli karena seharusnya kejadian tersebut tidak diliput.
What the!?
Gue sampai terpukau dengan adegan kekerasan tersebut sampai-sampai gue tidak terlalu mendengar apa yang dikatakan pembawa beritanya.
Sekilas-sekilas gue mendengar bahwa penyebab polisi-polisi tersebut menyerang UNAS karena mahasiswa UNAS melakukan aksi pembakaran ban (atau yang lain ya??) akibat kenaikan BBM.

Lagi-lagi karena kenaikan BBM.
Kemarin-kemarin gue mendengar bahwa ada seorang mahasiswa UI tertembak oleh polisi akibat demo. Menurut informasi yang terpercaya, hampir 1000an mahasiswa UI ikut demo karena kenaikan BBM ini. Itu baru UI, belum universitas yang lain! Berapa banyak orang yang perlu turun agar BBM turun!?

Ada begitu banyak gejolak di negeri ini. Hampir setiap hari berita yang gue baca di koran adalah hal-hal yang tidak enak dibaca. Penculikan lah, pembunuhan lah, penyiksaan lah. Dan benar aja prediksi gue... hari ini seorang Ibu bunuh diri bersama kedua anaknya!
Itu hari ini.
Entah besok, lusa, minggu depan!
Berapa banyak lagi yang akan mengambil jalan nekat seperti itu untuk mengakhiri penderitaan!?

Menakutkannya lagi.
Dunia yang gue jalani berjalan tenang seperti biasa, seakan-akan berita ‘bencana’ tersebut terjadi di dimensi lain.
Gue dan teman-teman seperjuangan gue masih belajar seperti biasa untuk menghadapi ujian-ujian masuk PTN nanti. Gue masih meributkan homework english gue yang bejibun. Adik gue masih merengek ingin menonton Prince Caspian lagi. Siang tadi gue ke tukang jahit untuk menjahit kebaya untuk wisuda. Masih sempat sms seorang temen gue yang menjuri-in sebuah lomba. Masih sempat nonton David Cook di YouTube. Masih sempat download beberapa lagu. Masih sempat memikirkan sarapan apa untuk besok pagi.
Semuanya berjalan normal.
Hidup terus berjalan dan waktu terus berlalu.
Semua itu menakutkan! Seakan-akan berbagai ‘bencana’ yang terjadi hanyalah mimpi.

Gue seperti hidup di dua dunia yang berbeda. Di dunia gue yang ‘aman’ tidak ada yang meributkan hal-hal macam kenaikan BBM atau demo-demo yang terjadi. Di dunia gue yang ‘lain’, gue mulai merasakan ketakutan atas bom waktu yang sebentar lagi akan meledak. Sebuah trauma akan sesuatu yang membayangi. Seperti sebuah awan gelap yang perlahan-lahan mulai menyelimuti.

Rasanya ingin menutup mata dan menganggap semua itu mimpi.
Tetapi menutup mata tindakan apatis, dan sayangnya gue orang apatis.
Seandainya ada sesuatu yang gue bisa perbuat...
Ah ya...!
Ada sesuatu yang bisa gue perbuat....
Yaitu mengingatkan mereka. Mengingatkan bahwa kekerasan yang dibalas kekerasan itu tidak akan menghasilkan sesuatu.
Seperti yang pernah gue bilang sebelumnya..
Hidup itu antara disakiti dan menyakiti.
Persamaan kedua hal tersebut ialah (baik yang menyakiti atau disakiti) sama-sama merasakan sakit.
Sakit...
Hanya menimbulkan sebuah luka yang dalam...

Kenaikan BBM merupakan fakta yang harus kita hadapi. Bukan kita cegah. Seperti yang kita ketahui, saat ini di seluruh dunia harga minyak memang mahal. APALAGI, kita sebagai negara produsen minyak... hahaha (kali ini gue tertawa beneran).

Kita ini hanya industri hulu, yang menghasilkan barang mentah menjadi barang SETENGAH JADI. Setelah itu kita jual minyak-minyak setengah jadi kepada pihak Asing. Nah! Pihak Asing itu lah sang industri hilir. Yang merubah barang setengah jadi menjadi barang jadi. Kemudian pihak Asing tersebut menjual minyak jadi itu kepada kita, dengan harga yang berbeda.

Semua itu kurang lebih terjadi karena SDM kita memang masih rendah. Kita memang memiliki banyak potensi. Tetapi potensi hanya akan menjadi potensi sia-sia, bila tidak dikembangkan.
Maka, saran gue, lebih baik kita tingkatkan SDM mulai dari diri sendiri. Ketahuilah bakatmu dan kembangkan potensimu! Memang dibutuhkan waktu yang lama agar usaha ini terlihat. Tetapi suatu kesuksesan tidak dapat dicapai dengan instan kan?
Agar saat potensi dari diri sendiri kita kembangkan dengan maksimal. Kita akan menjadi sebuah generasi yang PANTAS menggantikan generasi di atas kita.

Mungkin sudah banyak kesalahan yang terjadi. Semenjak jaman di jajah Belanda, bakat korupsi dan memanipulasi kekayaan bumi nusantara juga sudah kelihatan. Jangan hanya menyalahkan tetapi tidak berbuat apa-apa.
Hanya orang tolol yang berani menyalahkan tetapi tidak berani mengambil sikap. Kesalahan itu ada agar kita pelajari dan kita renungi, agar kita mengerti bahwa itu adalah perbuatan yang SALAH.
Dan sebagai generasi pengganti, kita tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama.


note: sebenarnya gue iseng nulis karena enggak ada ide buat bikin homework english gue yang bertema ‘Advertisement on TV are harmful’. Hihihihi.. :)

4 komentar:

Anonim mengatakan...

yah bbm.. haha. ngomong2 soal bbm gue sih sbenernya engga trlalu pduli tam. bener kata lo, kita dalam lingkungan yg 'aman'. cuman kalo ngliat itu mahasiswa2 hmm ngerti sih itu suatu bentuk protes-protesnya mereka. kalo kt bu eli apa? sense of crisis? apalah itu tserah deh. cuman ya kalo dipikir, kynya mreka ngga trlalu guna juga berdemo smpe rusuh2 gitu.. skali naek udh ga bakal turun juga. lagian pmerintah naikin bbm juga udh dipikir mateng2 kali.. bukan rencana sbulan dua bulan doang. dipikir logika pun, harga minyak dunia jg pd naik, otomatis lah ya.. bukan indonesia doang kok yg naikin bbmnya. yang bikin bingung lagi.. gue smpet nnton di tv, mahasiswa2 itu demo bbm tp trus ya kok hampir NGEBAKAR BENDERA MERAH PUTIH? mknya polisinya lsg turun tangan mukul2in & hampir rusuh. ada lg yg ngebakar gambar sby. ada lg yg ngebangsat2in pemerintah.. ckckc dipikir gampang kali ya ngurus negara & buat keputusan, aplg kputusan sgede gitu. gue sih ngga belain pemerintahnya, cuman kalo udh ngehakimin sepihak gitu ya ga bener juga. eh eh tapi ya tapi ya.. SAYA TIDAK SETUJU DGN PEMBERIAN BLT! hahaha. ktnya pemerintah butuh duit, tp setelah naikin bbm, bukannya duitnya ditabung malah dibuang2 buat BLT yg ngga jelas sasarannya! org miskinnya aja pada nolak blt.. 100rb per bulan dapet apa paakkk?gokil. mending duitnya buat bikin lapangan pekerjaan!

LHA KOK JADI PANJANG? KTNYA NGGA PEDULI? HAHAHAHA.

tammi prasetyo mengatakan...

tikka!
ayo keluarkan aspirasimu!
hahaha

yea i agree with you lah.
sama aja kayak waktu kita protes tentang un 6 pelajaran, walau udah protes segala macem tetep aja un-nya 6 pelajaran kan?

kita memang harus belajar menerima.
lagipula harga minyak dunia emang lagi naik sih, serba susah jaman sekarang..

so miss hedonism! HEMATLAH.. HEMATLAH! hahahaha :))

oh pantes! polisinya ngamuk! gue juga bakal ngamuk kalo bendera di bakarin! itu mah bego! ga ada hubungannya naiknya bbm sama bakar bendera!!

oh iya terusss..
pemberian blt?
pemberiannya juga enggak jelas. waktunya dimolor-molor..
yang ada orang jd males kerja, motivasinya ilang.
kayak jaman waktu br kemerdekaan.. plan kasimo ato apaa gtu yg perusahaan nasional diberi pinjaman nasiona untuk meningkatkan mutu kerja YANG ADA malah santai-santai..

ahh! orang indonesia..
saya mah warga dunia
hahahaha
(tapi tetep cinta indonesia kok)

Ngatini mengatakan...

ya..mending kita bikin yang terbaik buat diri kita sendiri dulu, sedikit banyak bakal membawa kebikan juga ke yang lain di sekitar kita

tammi prasetyo mengatakan...

@ngatini: yeah.. i agree with you. gue lebih percaya kalau kebaikan itu akan menghasilkan sesuatu yang lebih dibanding kebalikannya :)

 
;