uph.
Enough about Thomas Cup.
Pas tadi gue lagi ngerjain soal agama, tiba-tiba terdengar suara ribut-ribut. Owwh.. ternyata ada mahasiswa lagi demo, secara sekolah gue sebelahan sama UNJ jadi otomatis mereka ribut-ribut kedengaran di kelas ujian gue.
Hell yeah, semenjak harga BBM mau naik 30% semua orang seperti kebakaran jenggot. Semua harga langsung melambung tinggi.
Ternyata anak UNJ enggak cuman demo di kampusnya doang (yaiyalah! Ngapain teriak-teriak di kampus sendiri! Emangnya jagoan kandang!?).
Tadi pas abis makan siang di Ragusa, gue dan temen-temen gue kejebak macet karena ada demo di Istana Negara. Yeph.. ternyata gak cuman UNJ! Ada banyak universitas yang ikut demo. Ada IPB, sama jaket kuning (hihi, you know what lah..) dll. Jalanan padat merayap, dan kami di dalam mobil hanya bisa dadah-dadah sama om-om polisi dan kakak-kakak yang sedang berjuang di luar sana.
Sudah 10 tahun berlalu semenjak kerusuhan 1998, dimana Soeharto dilengserkan serta Orde Baru diganti dengan reformasi. Sudah adakah perubahan yang berarti sesuai harapan para perusuh yang melengserkan Soeharto?
Saat itu gue memang masih kelas 3 SD dan hanya bisa menatap kagum gumpalan asap hitam yang mengudara akibat terbakarnya salah satu pusat perbelanjaan di dekat rumah gue (Ada yang tahu? YOGYA KLENDER?). Akibatnya banyak korban tidak bersalah meninggal, penjarahan massal terjadi, dan itu yang disebut REFORMASI!?
Huh. Sama sekali tidak.
Jujur. Gue orang yang apatis dalam menyikapi kancah perpolitikan Indonesia. Gue udah sabodo teuing ngeliatnya.
Gue benci dengan mereka yang memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan mereka sendiri. Gue juga benci dengan mereka yang dengan anarkis meminta perubahan.
Intinya sama-sama gila dan gak waras! Sama-sama merugikan diri sendiri dan bangsa-nya.
Gue enggak heran kenapa SDM negara ini enggak naik-naik. Karena sebenarnya SDM rendah itu memang dibuat oleh ‘mereka’ yang mempunyai kepentingan politik. Tentu aja supaya masyarakat (yang notabene sangat BANYAAAK di negeri ini) ber SDM rendah itu dapat dimanipulasi oleh ‘mereka’, ya itu demi kepentingan politik, kampanye, pencoblosan dkk.
Perubahan yang ada semenjak tahun 1998 ialah kapitalisme semakin merajalela diiringi dengan globalisasi. Lihat aja sendiri berapa banyak mall yang tahun ke tahun dibangun di Jakarta. Berapa banyak lahan kosong yang dipakai untuk membangun apartemen. Lama-lama Jakarta menjadi semakin angkuh dengan kefanaannya.
Yang kaya makin kaya.
Yang miskin tambah miskin.
Semua hal yang ada saat ini menjadi money oriented. Lihat aja pendidikan kita yang berat sebelah dengan UN-nya. Memangnya dengan terus menerus menaikan standarisasi UN tanpa menaikan standarisasi sekolah akan meningkatkan pendidikan kita?
Apalagi, kabar terbaru yang gue dengar. UI hanya akan menyediakan jatah 20% (900 mahasiswa) untuk SPMB (gue lupa nama barunya apaan). Yess kawan, UI akan mengadakan Ujian Mandiri tahun ini (dan tentu aja gue tidak akan melewatkan kesempatan emas itu. hihihi).
Kata bokap gue, udah enggak bakal ada lagi dongeng si miskin yang pintar akan melanjutkan kuliah. Yang ada, si kaya yang bodoh akan mengejar pendidikan dan menguasai negeri ini.
Ditambah lagi harga BBM naik menjadi 30% selepas Mei ini. Belum aja harga BBM naik, seluruh harga kebutuhan pokok melunjak sekarang. Gimana enggak seluruh masyarakat ngamuk semua. Di jaman krisis seperti ini dan kebutuhan makin meningkat. Dan gue enggak heran kalau presentase orang bunuh diri dan orang gila makin banyak nantinya.
Mungkin untuk ‘merayakan’ 10 tahun reformasi akan terjadi kerusuhan besar-besaran lagi. Siapa yang tahu?
Yang gue yakin pasti adalah, akan ada orang-orang yang (mungkin) memanfaatkan situasi sinting seperti ini. Dimana mereka biasanya menjadi pemicu kerusuhan. Seperti bom waktu yang telah bergulir dari sekarang, kita enggak bakal tahu meledaknya kapan kan?
Intinya adalah...
Janganlah seperti kambing yang jatuh di lubang yang sama dua kali.
Kasus kerusuhan Mei 1998 tidak membawa perubahan yang berarti, yang ada hanya menambah dalam lubang dosa kita serta duka yang berkepanjangan.
Janganlah percaya dengan fitnah yang menyebar.
Janganlah berbuat anarkis dan berbuat kerusakan, katanya mau membenahi diri... kok malah ngerusak-rusak sih?
Hahahaha... lol
Welcome to the global crisis, folks! :)



note: hehe maaf kalo hasilnya jelek. Gue ngambil dari mobil yang jalan merayap serta sambil tertawa-tawa riang. :) thanks to Gilang yang udah minjemin handphone-nya!

10 komentar:
iya nih, taufik dodol. kayaknya abis kawin prestasinya jadi turun nih.
btw, lo naq labsraw ya?
Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://politik.infogue.com/1998_2008
@ patung pancoran: iyaa! kayaknya efek abis nikah hauahaha..
iya gue anak labsraw :)
@asuna17: makasih dibilang bagus. tapi kalau postingan ini dipromosiin kayaknya agak enggak cocok kali ya.. nulisnya belum serius soalnya :) nanti saya mampir dah
perayaan 10 tahun reformasi dengan kerusuhan lagi? ngga ada yang ngga mungkin ;(
gw juga bingung.. rakyat bunuh rakyat kok dibilang revolusi?
aneh aja.. tadinya kan semua orang kya orang gila: ngebakar gedung, ngeledakin mobil, semua orang jadi perampok.. trus pas kondisi udah mereda, orang-orang malah bantu-bantu ngurusin mayat-mayat yang bergelimpangan di jalan.. KENAPA NGGA DIMAKAN AJA?? bukannya waktu itu MASYARAKAT UDAH GA PUNYA HATI??
heran..
kan ada di pelajaran sosiologi..
kalo manusia itu memakan sesama manusia..
konteksnya lain lhoo..
bukan kanibal maksudnya..
namanya juga jaman edan..
enggak usah heran lah..
huahahahaha
anda benar..
he? ada di sosiologi y?
*ga belajar sosiologi^^;;
anak muda udah menganggap ini hal yang biasa...
ibu kartini pasti menangis di alam sana~ *menerawang*
hhe..
iyaa ada di sosiologi kok.
hahaha.. anak ipa ya? hihi.
kalo ibu kartini masih ada kira-kira beliau bakal ngapain ya?
lagian ini kan bagian dari perubahan jaman.. dari edan ke makin edan.
dari dulu emang enggak ada manusia normal.
yang normal malah dikatain gila sama orang gak waras..
wahahaha
jd bahas topik ky ginian ya?
wah gw dah 3 hari mo nonton lupa mulu sialllll ..
tiap hari ingetnya pas udah jam 11 malem ahahaaa ..
Males ngomong.... Mendingan gw melakukan sesuatu, deh... Hidup gw, kan, bukan sesuatu yg hrs nunggu keputusan pemerintah. Itu2 hanya bagian dr situasi dan kondisi en kita harus bisa menghadapinya, kan?
Manusia, kan, udah dikasih anugerah OTAK dan AKAL...
*ujug2nya gw ngemeng juga,yak :-P
Enjoy your life.
@benazio: sama ben, gue juga lupa. mehehehe.. sibuk belajar! hahaha kayak belajar aja gue.
@fiekha: yeah.. hidup adalah perbuatan. seperti kata bapak bachir! mehehehe.. semoga dia bukan ngemeng doang..
aduuh..
apatisnya keluar deh.
Posting Komentar